Bab 4. Allah Memanggil UmatNya

Feb 18 at 8:00pm - admin
ALLAH MEMANGGIL UMATNYA
 
Istilah “dipanggil” memiliki beberapa pengertian. Pertama, dipanggil berarti dikembalikan pada kedudukan semula atau didekatkan kembali kepada Allah (1 Pet 2:9;Kol 1:21). Kedua, dipanggil berarti dikhususkan bagi Dia untuk tugas tertentu (Kis 9:15,16). Ketiga, dipanggil berarti dimintai pertanggungjawaban (Kej 3:9). Keempat, dipanggil berati disebut namanya (1 Sam 3:4,7). Kelima, dipanggil berarti dipisahkan dari yang lain untuk melaksanakan rencana Allah (Yes 6). Dalam kaitan ini penggilan dimaksud adalah pengertian yang pertama.
 
 
A. KLASIFIKASI PANGGILAN ALLAH
 
Ada tiga klasifikasi panggilan Allah kepada orang percaya, yaitu penggilan secara umum, panggilan khusus dan panggilan tertentu.
 
1. Panggilan Umum.
 
Panggilan umum bagi setiap orang atau utamanya bagi kita adalah untuk menjadi “Hamba Kristus”. Untuk itu Yesus telah membayar dengan harga yang mahal bagi kita dari hidup-Nya sendiri (1 Kor 6:19,20;7:22,23). Pada waktu Paulus menyebut dirinya hamba Yesus Kristus, dia menunjukkan arti yang lebih dalam. Menurut kebiasaan pada waktu itu, jika seorang hamba sampai pada waktu dia dapat dibebaskan, tetapi karena mengasihi tuannya memilih untuk tidak mau dibebaskan, maka kemudian ia menerima tanda pada telinganya. Suatu meterai, bahwa dia adalah “hamba kasih” bagi tuannya seumur hidupnya (Kel 21:5,6;Ul 15:16,17). Rasul Paulus memilih menyatakan dirinya sebagai “hamba kasih” dari Yesus Kristus.
 
2. Panggilan Khusus
 
Panggilan khusus dimaksud ialah panggilan untuk melayani sesuai dengan karunia yang diberikan kepada kita. karunia-karunia dimaksud ialah karunia hikmat, pengetahuan, iman, penyembuhan, mujizat, nubuat, membedakan roh, berbahasa Roh, menerjemahkan bahawa Roh (1 Kor 12:8-10). Karunia melayani, mengajar, menasihati, membagi-bagikan, memimpinan, kemurahan (Roma 12:3-8). Karunia rasul, karunia nabi, karunia pemberita Injil, karunia gembala, dan karunia pengajar (Ef 4:7-16). Panggilan khusus Allah bagi setiap kita akan dinyatakan oleh Allah jika kita dengan sungguh-sungguh mencari kehendak-Nya (Fil 2:13). Panggilan tertentu.
 
3. Panggilan tertentu
 
Panggilan tertentu dimaksud, bahwa kita dipanggil untuk “dikuduskan dan dikhususkan bagi Injil”. Di dalam setiap panggilan ada panggilan tertentu. Misalnya Petrus dipanggil untuk melayani bangsa Yahudi, sedangkan Paulus dipanggil untuk melayani bangsa-bangsa lain (Roma 11:13;1 Tim 2:7;1 Kor 12:4-11). Kita akan masuk ke dalam panggilan khusus dan panggilan tertentu setelah kita terbukti sebagai “hamba kasih”. Karena kita harus belajar menjadi kudus di bawah otoritas Kristus sebelum kita dapat diutus oleh Dia (Mat 28:18,19 band Roma 12:11-13).
 
 
BAPTISAN ROH KUDUS SEBAGAI PERLENGKAPAN BAGI MEREKA YANG DIPANGGIL
 
Kita dipanggil sebelum dunia dijadikan (Ef 1:4,5), dipisahkan dan dikhususkan bagi Dia (1 Pet 2:9;Roma 9:23-26) untuk melaksanakan tujuan-Nya (2 Tim 1:8,9), untuk menerima kasih karunia-Nya (Kis 11:17), dan untuk menerima Baptisan Roh Kudus (Kis 2:38).
 
Secara khusus Allah memangil kita untuk melayani Dia. Dan untuk itu Allah telah memperlengkapi kita dengan baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh kudus akan membawa kita masuk lebih dalam untuk memiliki pengalaman rohani sebagai manusia baru, yang akan beroleh pengerjaan pembaruan oleh Roh Kudus (Tit 3:4,5).
 
Baptisan Roh Kudus adalah baptisan untuk menerima kepenuhan Roh Kudus yang akan memperlengkapi seseorang dengan karunia-karunia Roh Kudus, yang diberikan menurut kehendak-Nya. Hidup dalam kepenuhan Roh kudus adalah kehidupan yang kita dambakan, karena kita akan ada dalam penyertaan dan keterlibatan dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya yang besar. Hidup dalam kepenuhan Roh Kudus membuat kita penuh dengan otoritas dan kuasa untuk memiliki keberanian untuk menjadi saksi Kristus (Kis 4:29-31).
 
Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman rohani untuk perlengkapan seseorang memenuhi panggilan pelayanan bagi Dia, bagi pelebaran Kerajaan Allah dan pelayanan bagi sesama. Untuk memberitakan tentang Dia dan tentang Kerajaan-Nya melalui pelayanan kita bagi Dia dan bagi sesama.
 
Pelayanan merupakan luapan dari kehidupan yang penuh dengan kasih dan pengabdian menjadikan hidup kita saksi-saksi Allah. Pelayanan merupakan suatu peristiwa yang wajar sebagai bukti adanya hubungan kita dengan aliran kasih-Nya yang terus-menerus dalam hidup kita. Panggilan Allah bagi kita adalah ungkapan sifat-Nya dan pelayanan kita merupakan ungkapan sifat kita yang baru.
 
Kita telah diperhatikan Allah dan beroleh keselamatan-Nya, bahkan janji-janji Allah sebagai ahli waris-Nya. Keselamatan dan janji-janji-Nya telah diberikan kepada kita sebagai jaminan pemenuhan kebutuhan kita. Maka sewajarnya kita pun memperhatikan orang lain, yaitu keselamatannya dan kebutuhannya!
 
 
B. ALASAN ALLAH MEMANGGIL KITA
 
Allah memanggil umat-Nya bukan tanpa tujuan. Ada empat alasan untuk itu. Keempatnya adalah karena dunia berada dalam kegelapan, karena orang-orang lapar dan berkekurangan, untuk membuktikan hikmat-Nya dan karena waktunya sudah singkat.
 
1. Karena Dunia berada dalam kegelapan
 
Firman Tuhan katakan bahwa dunia ini ada dalam kekuasan Iblis (1 Yoh 5:19;Ef 6:12;Kol 1:13). Anak-anak Allah dipanggil untuk menelanjangi kegelapan dan menjadi terang atasnya (Mat 5:13-15;Ef 5:11).
 
2. Karena orang-orang lapar dan dalam kekurangan
 
Sejak manusia jatuh dosa, dunia hidup di bawah kutuk dan berakhir dengan kematian (Kej 3:17-19) Setiap orang percaya dipanggil untuk ambil bagian dalam memperhatikan dunia yang hidup di bawah penderitaan ekonomi, sebagaimana telah dicontohkan oleh Tuhan Yesus (Mat 9:36).
 
3. Untuk membuktikan hikmat-Nya
 
Hikmat dunia berlawanan dengan hikmat Allah. Firman Tuhan katakan bahwa apa yang diangap berhikmat oleh dunia adalah kebodohan di hadapan Allah (1 Kor 1:20). Kristus itulah hikmat Allah (Ef 3:10,11). Oleh Kristus kita telah menjadi orang-orang yang berhikmat karena Roh Kudus (Ef 1:17). Hikmat orang-orang percaya inilah yang akan memerintah dan mengendalikan dunia.
 
4. Karena waktunya sudah singkat.
 
Sejak Tuhan Yesus hadir di bumi, Yohanes Pembaptis sudah memproklamasikan bahwa waktunya sudah dekat. Oleh karena itu Yohanes memerintahkan supaya setiap orang bertobat dari dosa-dosa mereka (Mat 3:2 band Yoh 4:35;9:4). Sekarang tongkat estafet itu telah sampai di tangan kita. Oleh Amanat Agung-Nya Tuhan Yesus perintahkan supaya Injil Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh ujung bumi supaya bangsa-bangsa diselamatkan (Mat 28:18-20).
 
 
C. APA YANG TERJADI WAKTU KITA DIPANGGIL?
 
Ketika Allah menghendaki memanggil kita, Allah tidak
membiarkan kita bertindak dengan tangan kosong, tetapi Dia memperlengkapi kita. Dalam rangka memperlengkapi panggilan itu, Allah melakukan atas kita hal-hal berikut:
 
1. Kita dibentuk oleh-Nya
 
Pembentukan adalah cara Allah mempersiapkan orang pilihan-Nya menurut cara-Nya untuk melakukan kehendak-Nya (Mat 4:19 band Yer 18:1-10;Yes 43:21). Perhatikan bagaimana Allah mempersiapkan Daud untuk menduduki tahta Israel (1 Sam 16 – 30). Tuhan mempersiapkan Yusuf untuk menyelamatkan bangsanya dari bencana kelaparan (Kej 37-47), dsb.
 
2. Kita diajar oleh-Nya Belajar adalah ajakan Tuhan Yesus (Mat 12:28).
 
Pengajaran adalah bagian dari kehidupan untuk mencapai kematangan rohani (Ef 4:11-16). Kematangan rohani ditandai dengan semakin idealnya hubungan pribadi seseorang dengan Allah. Pengajaran juga merupakan persiapan untuk melakukan suatu tugas (Dan 1;Kej 39). Pengajaran itu dapat berupa pemberian pengalaman belajar oleh Tuhan (Ams 6:6;30:25 band Yer 18:1-10;Ibr 12:5-11). Secara rohani pengajaran itu diberikan sendiri oleh Roh Kudus (Yoh 14:26;1 Kor 2:12;1 Yoh 2:27). Terakhir pengajaran dibnerikan kepada kita sebagai tugas (Mat 28:20)
 
3. Kita diutus oleh-Nya
Setelah kita dibentuk dan diajar, maka tibalah saatnya kita diutus oleh-Nya (Yoh 17:18 ; Ibr 12:4-6,9-10)
· Untuk memberitakan, bahwa kerajaan sorga sudah dekat (Mat 3:2).
· Untuk menjadi saksi-Nya (Mat 5:13-16;Kis 1:8).
· Untuk menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:15-19).
· Untuk mengerjakan Amanat Agung-Nya (Mat 28:18-20).
· Untuk menyatakan kuasa-Nya (Mar 16:17-18).
· Untuk meneruskan berkat Abraham kepada bangsa-bangsa (Gal 3:14).
· Untuk menyatakan kebenaran-Nya (Mat 5:37;Yak 5:12).
 
Pada waktu Allah memanggil, Dia datang dan mengadakan intervensi dalam hidup kita. Beberapa contoh tentang hal ini, misalnya Musa (Kel 3:1-11); Samuel (1 Sam 3:1-10); Yehezkiel (Yeh 2:1-7); Murid-murid (Luk 5:27,28;Mat 4:18-22); Saul (Kis 9:1-9) dsb.
 
 
ORANG-ORANG YANG TIDAK TANGGAP
 
Panggilan itu ditujukan kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Dipilih-Nya sejak dari dalam kandungan (Yer 1:5 ; Yoh 3:16), bahkan sejak dunia dijadikan (Mat 25:34). Panggilan itu bertujuan untuk menjadikan orang-orang pilihan-Nya kawan sekerja-Nya (1 Kor 3:9), supaya oleh kita dunia diselamatkan. Namun disayangkan bahwa tidak semua orang yang dipilih-Nya merespon panggilan-Nya. Banyak dari antara mereka yang mengeraskan hati, berdalih dan kesadarannya yang terlambat.
 
Orang-orang yang mengeraskan hati
 
Pada dasarnya TUHAN memberikan kasih karunia-Nya kepada siapa pun juga yang dikehendaki-Nya. Akan tetapi tidak semua orang yang mendapat kasih karunia menanggapnya dengan benar. Untuk mereka yang berkeras hati perhatikanlah firman ini, “Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu ‘hari ini’, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: ‘Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!’” (Ibr 4:7). Pada saat kesempatan itu disia-siakan, maka momentum itu pun berlalu. Ketika momentum itu telah berlalu, maka yang tinggal adalah penyesalan.
 
Orang-orang yang berdalih
 
Pada bagian lain kita temui orang-orang yang suka berdalih dalam menanggap panggilan TUHAN (Luk 14:15-24). Orang-orang berdalih adalah orang-orang yang sebenarnya menolak pangilan TUHAN, tetapi dengan memberi alasan yang logis. Orang-orang yang menolak undangan TUHAN adalah orang-orang yang menolak kasih karunia Allah.
 
Kesadaran yang terlambat
 
Kesadaran yang terlambat paralel dengan kesempatan yang tertutup (Mat 25:1-13). Lima gadis yang bijaksana mengambarkan orang-orang yang berhikmat yang merespon panggilannya dengan berjaga-jaga. Akan tetapi lima gadis bodoh mewakili orang-orang yang tidak tanggap akan panggilannya. Pada akhirnya mereka ditolak.
 
 
Peringatan kepada orang-orang yang tidak tanggap akan panggilan Allah!
 
Pada akhirnya kita harus sadar, bahwa Allah senantiasa memberi kesempatan kepada kita untuk mendapat kasih karunia-Nya. Orang-orang yang menolak kasih karunia adalah orang-orang yang ditentukan untuk binasa. Oleh karena itu berjaga-jagalah, pergunakan setiap kesempatan yang ada, supaya tidak kehilangan momentum. Dengarkan suara-Nya dan ikutlah Dia.
 
Kepada mereka yang tidak mendengarkan penggilan Allah, perhatikanlah pernyataan firman ini, “Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam. Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu-lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi.” (Za 7:13,14)