Bab 1. Berkenan Di Hadapan Tuhan

Feb 26 at 6:40pm - admin
Setiap orang memiliki kerinduan untuk hidup benar, hidup berkenan di hadapan TUHAN. Dan hidup yang berkenan itu adalah hidup dengan iman. Iman bukan saja sendi kehidupan rohani yang memperkenan Tuhan, melainkan iman juga yang pertamakali dicari oleh Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua (Luk 18:8).
 
A. IMAN ADALAH SENDI KEHIDUPAN ROHANI YANG PENTING
 
Mengapakah iman begitu penting? Karena iman itu memimpin kita untuk mendekat kepada Tuhan; karena iman adalah jaminan perkenan Tuhan atas kita, karena iman kita melekat kepada Tuhan dan iman itu dicari oleh Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua.
 
1. Iman memimpin kita mendekat kepada TUHAN
 
Hidup dengan iman adalah hidup dengan percaya bahwa TUHAN itu ada. Dia-lah yang memimpin kehidupan ini di dalam rencana-Nya yang indah. Hidup di dalam dunia yang jahat ini tidak mungkin seseorang akan dapat bertahan, mengalami pertumbuhan, berkemenangan dan kebahagiaan. Demikian juga kita tidak akan dapat melihat atau mengalami pertolongan kuasa Tuhan, jika seseorang hidup tanpa iman.
 
Dunia dalam kenyataannya telah dikuasai oleh Iblis (1 Yoh 5:9), si Jahat, yang terus berusaha untuk menyeret sebanyak mungkin manusia ke dalam dosa dan kebinasaan. Apa dan siapa yang telah rusak akan dibawanya semakin rusak, hancur dan binasa. Iblis bahkan juga berusaha untuk memangsa korban anak-anak Tuhan, baik terhadap pribadi, terlebih lagi terhadap keluarga-keluarga Kristen ( I Yoh 5:19; Ef 5:16; 1Pet 5:8 ). Tuhan Yesus bersabda, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; dan Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan " ( Yoh 10 : 10 ).
 
Hidup tanpa iman akan menjadi sasaran empuk bagi serangan-serangan Iblis, sebab pada kenyataannya manusia dengan panca inderanya terlalu mudah untuk terpengaruh dan terseret jatuh dalam dosa, karena jiwanya yang lemah. Terlalu mudah untuk terpengaruh oleh apa yang dilihat, didengar dan dirasakan.
 
Hidup tanpa iman ibarat hidup tanpa perisai, tanpa pertahanan, tanpa dasar yang teguh, yang dapat dengan mudah akan diombang-ambingkan oleh situasi dan kondisi. Dalam kenyataan kehidupan, manusia diperhadapkan pada kenyataan, perubahan situasi dan kondisi, pada kebutuhan-kebutuhan lahiriah maupun rencana-rencana masa depannya. Egoisme, egosentrisme, persaingan yang semakin ketat, tawaran-tawaran dunia atas pemenuhan kebutuhan hidup, kenikmatan hidup, dll.
 
Untuk kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan, setiap orang membutuhkan petunjuk kehidupan atau rambu-rambu kehidupan, agar terhindar dari kesesatan. Manusia membutuhkan firman Allah, yaitu Injil. Injil ialah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia dari kegagalan dan kebinasaan ( Roma 1:16,17 band I Tim 1 : 3-5 ).
 
2. Iman adalah jaminan perkenan TUHAN
 
Ada beberapa macam cara manusia mendekati Tuhan. Dengan agama-agama, dengan rasio, dengan ilmu, dengan filsafat atau dengan cara-cara manusia lainnya. Allah tidak dapat didekati dengan cara-cara manusia, tetapi Allah menyediakan karunia untuk mendekati Dia. Karunia dimaksud ialah karunia iman (1 Kor 12:9 band Ibr 11:6).
 
Iman merupakan jaminan perkenan Allah dalam menyatakan pemeliharaan-Nya atas kehidupan orang percaya yang hidup bergantung kepada Tuhan. Iman juga merupakan tanda yang nyata seseorang hidup takut akan Tuhan ( I Pet 1 : 5 ).
 
Hidup dengan iman, berarti seseorang mengarahkan pandangan hidupnya kepada Allah, bahwa Dia ada, Dia berkuasa, Dia-lah yang layak dipuji dan disembah. Dia-lah yang memerintahkan berkat, yang memberi pertolongan serta keselamatan.
 
3. Dengan iman kita melekat kepada TUHAN
 
Sejalan dengan pernyataan bahwa hanya dengan iman manusia dapat mendekati Allah, maka iman itu pula yang akan melekatkan hati seseorang kepada Tuhan dan membawa seseorang kepada kemuliaan-Nya ( Maz 91 : 14-16). Pemazmur menulis, "Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku."(Maz 63:9). Hati dan jiwa yang melekat kepada Tuhan akan menerima pertolongan dari tangan-Nya yang perkasa.
 
Selanjutnya pemazmur menulis, "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku."(Maz 91:14). Mazmur 91 memberi jawaban yang luar biasa terhadap orang-orang yang melekat kepada-Nya.
 
4. Iman adalah sendi kehidupan rohani yang dicari Tuhan
 
Apakah yang dicari Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua? Tuhan Yesus bersabda, " Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luk 18:8b).
 
Oleh karena itu supaya tetap berkenan di hadapan Allah sampai garis akhir, maka iman harus kita pertahankan sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Segala goncangan boleh terjadi di sepanjang kehidupan kita, pencobaan boleh datang silih berganti, tetapi kita tidak akan pernah bergeser dari pengharapan akan Injil ( Kol 1:23), supaya ketika Tuhan Yesus datang Ia mendapati iman itu tetap ada pada kita.