Bab 3. Pertumbuhan Iman

Feb 26 at 6:39pm - admin
Iman bukanlah sesuatu yang mati dan statis, tetapi iman itu dinamis karena iman itu hidup. Kepada iman dapat ditambahkan segala sesuatu yang membangun, menghidupkan dan menyempurnakan. Suratan Rasul Petrus menyatakan: "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang." (2 Pet 1:5-7)
 
Iman yang kita miliki timbul dari pendengaran akan firman Allah, yang adalah benih Ilahi (Roma 10:17; I Pet 1:23).
 
Iman bukan barang jadi atau benda mati, tetapi iman itu berjalan dalam proses menuju kesempurnaannya. Iman itu bertumbuh oleh firman Allah, oleh pengujian, oleh pencobaan, oleh aniaya dan penderitaan, oleh kehidupan padang gurun, oleh karena dipraktekkan dan oleh persoalan yang kita alami.
 
1. Iman bertumbuh oleh firman Allah
 
Firman Allah katakan bahwa iman itu timbul dari pendengaran, yaitu pendengaran akan firman Allah (Roma 10:17). Jadi supaya iman bertumbuh dan bertambah teguh, kita memerlukan setiap hari firman Tuhan untuk dibaca, direnungkan dan dipraktekkan; supaya kita mendapat kekuatan Allah. Sebab hanya kekuatan Allah yang mampu mengalahkan dunia (Roma 1:16-17; I Yoh 5:4-5 ).
 
Kepada Timotius rasul Paulus menulis, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik"(II Tim 3:12,16,17).
 
Sejalan dengan perjalanan hidup dalam dunia yang semakin jahat, maka dibutuhkan iman yang bertumbuh sampai mencapai kedewasaan penuh.Karena beriman kepada Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juruselamat bukan saja tindakan sesaat ketika kita menghadapi persoalan, tetapi juga merupakan sikap yang berkesinambungan yang harus bertumbuh dan dikuatkan (Yoh 1:12 ).
 
2. Iman bertumbuh oleh pengujian
 
Pengujian iman adalah tindakan Allah untuk meningkatkan iman seseorang menjadi lebih berkualitas. Oleh karena iman itu hidup, maka setiap orang percaya harus juga siap menghadapi ujian-ujian yang diperlukan bagi pertumbuhannya untuk dapat memperoleh buah yang matang. Perhatikan bagaimana Ayub (Ayb 1-42); Abraham (Kej 22); Daniel (Dan 6); Sadrakh, Mesdakh dan Abednego (Dan 3) dll.
 
3. Iman bertumbuh dalam pencobaan
 
Pengujian berbeda dengan pencobaan. Pencobaan yang berasal dari Iblis bertujuan untuk menipu dan membinasakan manusia (Kej 3:1-5;Yoh 10:10). Tetapi pencobaan yang dari Tuhan dipakai-Nya untuk merendahkan hati dan untuk mengetahui isi hati kita (Ul 8:2). Reaksi-reaksi negatif yang muncul dari pencobaan akan dipangkas oleh Tuhan. Setelah itu Tuhan akan memulihkan kita dengan penghiburan dan memberi hati yang baru, yaitu hati yang taat (Yeh 11:19,20).
 
4. Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan penderitaan
 
Tuhan Yesus mengalami penderitaan sejak bayi (Mat 2:12-15). Di sepanjang hidup dan pelayanan-Nya tidak pernah sepi dari penderitaan dan aniaya. Murid-murid-Nya dan Gereja mula-mula juga mengalami hal yang sama. Kaisar Nero menjadi pemicu aniaya terhadap Gereja Tuhan tanpa alasan (th. 64). Tetapi meskipun demikian tidak ada seorang pun murid Tuhan Yesus yang murtad karena aniaya dan penderitaan. Gereja-Nya pun tidak pernah surut, tetapi sebaliknya semakin bertambah besar dan kuat. Hingga pada saatnya dunia tidak mampu lagi membendung perkembangan dan pertumbuhan Gereja dan akhirnya pada zaman Konstantinus Agung (th 312) Gereja resmi dijadikan agama negara yang satu-satunya.
 
Kepada Timotius rasul Paulus menulis, "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya" (2 Tim 3:12). Mengapa demikian? Karena penderitaan bukan saja merupakan akibat dari ibadah kita, tetapi juga merupakan sebuah panggilan dan karunia (Fil 1:29). Terhadap dunia, penderitaan yang kita alami disebabkan oleh adanya roh kemuliaan yang ada di dalam kita (1 Pet 4:14); tetapi terhadap diri kita sendiri setiap penderitaan yang kita alami bernilai sebagai karunia panggilan dan sebagai alat pendidikan dan untuk menumbuhkan iman kita.
 
5. Iman bertumbuh dalam kehidupan padang gurun
 
Padang gurun adalah istilah yang sering kita pakai untuk menggambarkan situasi dan keberadaan sulit yang sedang kita alami. Padang gurun adalah waktu-waktu yang sangat penting untuk menguji hati dan iman kita, apakah kita tetap melekat kepada TUHAN. Padang gurun juga merupakan perjalanan yang harus dialami oleh setiap orang percaya, sebab di sanalah karakter kita dibentuk. Kita dilatih bagaimana menghadapi persoalan dengan sikap-sikap yang baru sebagai manusia baru yang telah datang.
  • Firman Tuhan dan mengalami padang gurun akan membawa pertumbuhan iman yang berkemenangan. Namun hal ini belum cukup, sebab TUHAN menghendaki kita memiliki iman yang sempurna (Yak 2:22). Jadi, iman diperlukan dalam perjalanan padang gurun kita masing-masing untuk pembentukan karakter kita dan demi pertumbuhan iman kita.
  • Di samping itu perjalanan di padang gurun adalah pembuktian akan adanya watak asli yang kita miliki selama ini. Dan semuanya akan memancar keluar sebagai reaksi atas setiap masalah yang sedang kita hadapi, kemudian akan berganti dengan karakter yang baru.
6. Iman bertumbuh karena dipraktekkan
 
Surat Yakobus menulis bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yak 2:17.) Iman yang mati jelas tidak bertumbuh. Karena itu iman yang demikian tidak berguna.
Perbuatan-perbuatan dimaksudkan adalah perbuatan yang sejalan dengan iman yang kita miliki. Perbuatan bagi pelayanan kita kepada TUHAN dan kegiatan melayani sesama ( Roma 12:11; I Pet 4:10 ). Tindakan rela melayani TUHAN dan melayani sesama merupakan tindakan aktif yang menempatkan hidup kita sebagai hamba kebenaran. Menyadari bahwa hidup kita telah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu darah Anak Domba Allah, sepatutnyalah kita tidak lagi menyerahkan anggota-anggota tubuh kita menjadi senjata kelaliman melainkan untuk menjadi senjata-senjata kebenaran (Rom 6 : 13).
 
7. Iman bertumbuh dengan persoalan
 
Orang percaya tidak pernah lepas dari persoalan (Maz 34:20). Kalau cara menghadapi persoalan itu dengan sikap dan cara yang lama, pasti kita akan kalah. Sebaliknya jika kita menghadapinya dengan sikap yang baru, pasti kemenangan akan kita peroleh.
 
Reaksi kita atas persoalan bisa keluar melalui perkataan, tetapi bisa juga dengan tindakan. Dan reaksi yang kita lakukan itu akan menunjukkan siapa jati diri kita sebelumnya. Sebagaimana firman Tuhan katakan, bahwa pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, tetapi pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik pula (Luk 6:43-45).
 
Pertumbuhan iman dimaksudkan bukan saja untuk kita beroleh penggenapan janji Allah, tetapi dengan iman juga akan membimbing kita untuk tetap melekatkan hati kita kepada TUHAN. Hidup berharap dan bergantung kepada TUHAN itulah yang akan membentuk hidup kita sebagai manusia rohani.
 
 
MENGAPA IMAN HARUS DITUMBUHKAN DAN DIKUATKAN?
 
Di depan telah dijelaskan bahwa iman itu hidup. Bukan hanya sekedar hidup, tetapi hidup yang tidak kerdil, tetapi sehat, dan subur sehingga dapat berbuah. Untuk itu iman harus ditumbuhkan dan dikuatkan.
 
1. Supaya Iblis tidak memperdaya kita, mengingat kita memiliki kelemahan di dalam daging dan jiwa kita yang memungkinkan dapat dicobainya.
 
2. Untuk menantikan penggenapan janji Allah dan ketaatan untuk berpegang pada perintah TUHAN (Ul 8:1-3, 17-18 ).
 
3. Supaya tidak jatuh pada kesesatan di tengah dunia yang semakin jahat ( II Tes 2:1-12; II Tim 3:1-9 ). 4. Supaya berkemenangan sampai pada akhirnya, yaitu kehidupan kekal.
( II Tim 4:7-8; Wah 2:7,11,17,26-28; 3:5,12,21 ).