MENCINTAI KESETIAAN - Bagian 2

Nov 27 at 9:27am - admin
Tema 10 tahun: "DAUNNYA TETAP HIJAU (EVERGREEN)"
Sub tema     : "MENCINTAI KESETIAAN - Bagian 2"
Ayat Bacaan  : Mikha 6:8

PENDAHULUAN:
Kesetiaan tidak hanya menjadi program pemikiran saja tetapi menjadi suatu kecintaan. Tuhan sudah menyatakan kecintaan dalam segala sesuatu. (Maz 33:4), karena itu wajarlah kalau Tuhan menuntut kita untuk mencintai kesetiaan. Kesetiaan yang tidak dilakukan karena seseorang yang lain berlaku setia. Yang tidak dibatasi oleh keadaan atau kondisi fisik kita. Dalam kelelahan fisik sekalipun kita harus tetap setia untuk melakukan segala bentuk tanggung jawab yang Tuhan sudah berikan dan percayakan kepada kita.

POKOK BAHASAN:
Terhadap orang-orang yang setia, bahkan yang mencintai kesetiaan, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang mencintai kesetiaan (1 Samuel 26:33). Kesetiaan kita tunjukkan dengan kesungguhan kerajinan kita dalam beribadah dan menunaikan setiap tugas dan jadwal pelayanan kita. Dalam mencintai kesetiaan, kita perlu untuk mengetahui beberapa hal:
1. Ketidaksetiaan kita tidak dapat membatalkan kesetiaan Allah
Karena kesetiaan Allah itu bersifat kekal.
Karena itu jangan pernah berpikir bahwa Allah sudah tidak setia dengan janjiNya atau menganggap Allah lalai terhadap segala janjiNya. Ketika kita tidak setia, maka Allah tetaplah setia, ketika kita meninggalkan Allah, Allah senantiasa dekat untuk menunggu kita kembali kepadaNya.

2. Jangan pernah ada Yesus lain di dalam kita
Atau bahkan kita menjadikan diri kita sebagai Yesus lain.
Maksudnya adalah setiap orang yang memberitakan nama Yesus kemana-mana dalam segala aktifitasnya namun di ujung-ujungnya adalah membuat namanya sendiri yang lebih dikenal daripada nama Yesus.

KESIMPULAN / APLIKASI:
Mencintai kesetiaan tidak sekedar kata-kata indah tentang keinginan kita untuk setia, tetapi sebuah perilaku hidup nyata yang mengurangi keakuan bahkan meniadakan keakuan kita dan mulai menambah-nambahkan bahkan menyatakan selalu nama Yesus. Memang bukanlah sebuah teori kekristenan tetapi sebuah praktek kekristenan yang bisa diketahui dan dirasakan oleh orang lain. Bukan sekedar di angan-angan pikiran kita, tetapi sebuah aplikasi tertulis dari kehidupan kita. Sungguh suatu hal yang berat bila dilakukan dengan kekuatan sendiri, tetapi bila Roh Allah kita persilakan untuk bekerja maka tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.
 
Artikel Mingguan