10 PRINSIP TUHAN UNTUK PERNIKAHAN

Nov 27 at 9:13am - admin
10 PRINSIP TUHAN UNTUK PERNIKAHAN
Serial Keluarga Bahagia

Jika kita mau mengikuti apa yang Tuhan tuliskan dalam firmanNya, kita akan memiliki pernikahan yang bahagia. Ini adalah sepuluh prinsip dan hukum yang akan menunjukkan pada anda jalan untuk melalui pernikahan yang bahagia. Anda akan mengerti makna pernikahan bahagia melalui hal ini:
1. Jangan membawa-bawa kesalahan masa lalu
"Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni" (Lukas 6:37). Ini hukum tabur tuai dalam hal pengampunan.

2. Abaikan seluruh dunia, peduli satu sama lain
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya (Markus 8:36). Prioritas anda harus benar dalam menjalani hidup. Adalah salah jika anda sukses di bidang lain sementara hal yang mendasar yaitu keluarga anda, sedang anda pertaruhkan.

3. Jangan tidur dengan pertentangan yang belum selesai
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum pada amarahmu (Efesus 4:26). Pemberesan suatu pertentangan akan membuat jiwa anda sehat dan tidak ada tembok pemisah yang merusak komunikasi anda dengan pasangan.

4. Katakan pujian paling tidak sekali sehari pada pasangan anda
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. (Amsal 15:4). Jikalau anda berbahagia saat dipuji serta dihargai orang lain, demikian juga dengan pasangan anda saat anda dipuji.

5. Jangan temui pasangan tanpa perasaan kasih sayang
Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur (Kidung Agung 1:2). Penampilan dan sikap tidak bahagia tidak akan membawa keuntungan apapun, pilihlah sikap positif, maka semua keadaan akan menjadi lebih baik.

6. Bersukacita dalam kaya atau miskin karena Tuhan menyatukan anda
Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembuh tambun dengan kebencian (Amsal 15:7). Tuhan tidak pernah berkehendak anda hidup dalam penderitaan ketika Dia mengijinkan anda dan pasangan anda disatukan dalam pernikahan. Namun jika keadaan buruk menimpa, bertahanlah, karena masalah apapun akan selalu berakhir dan diselesaikan.

7. Jika harus memilih antara keinginan anda atau pilihan yang baik dari pasangan anda, pilihlah pendapat pasangan anda
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya (Amsal 3:27). Ada kemenangan dari suatu tindakan mengalah. Ada tuaian setelah anda selesai menabur, tunggulah waktunya dan selalulah menabur hal baik.

8. Selama masih bernafas, pasangan anda mungkin akan menyakiti anda, belajarlah untuk mengampuni
Jagalah dirimu, jikalau sodaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia. (Lukas 17:3-4). Anda kenal betul jika Tuhan adalah pengampun, maka pilihlah sikap untuk mampu mengampuni sesama jika terjadi kesalahan.

9. jangan gunakan firman Tuhan, iman, bahkan nama Tuhan sebagai palu penghancur
Sebab Allah mengutus anakNya ke dalam dunia, bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:17). Jangan pernah mengatasnamakan Tuhan untuk menghancurkan hidup pasangan dan sesama anda. Jika Tuhan saja mengasihi orang berdosa, siapakah anda jika anda menghakimi pasangan dan sesama anda.

10. Jadikan kasih sebagai panduan.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:4-5). Dalam kasih tersimpan segala yang disebut kebaikan.

Sumber: cbn.com