HIDUP BERPEGANG PADA JANJI ALLAH

May 16 at 12:16am - admin
HIDUP BERPEGANG PADA JANJI ALLAH

Tuhan sudah dan sedang bekerja untuk memulihkan Yerusalem, salah satunya adalah dikembalikannya para penduduknya. Sion (Yerusalem) diumpamakan sebagai mempelai wanita dan sebagai kota Allah (Mazmur 122). Dari Mazmur 122 kita diajarkan untuk berdoa berdasarkan janji Allah. Bukan berdoa berdasarkan keinginan kita. Maka setiap doa kita akan berkenan kepada Allah dan atas kita diri kita akan senantiasa tekun dalam menjalani hidup ini. Karena percaya setiap janji Allah pasti akan digenapi. Banyak manusia berjanji namun seringkali diingkari/dilupakan. Kalau kita berdoa atau hidup atas janji manusia maka bukan saja kita akan kecewa tetapi lebih lagi kita sudah mengecewakan Tuhan. Hati-hati dengan orang-orang yang mudah berjanji sebab biasanya mudah juga untuk melupakan, apalagi mendekati pemilihan umum. Era di tahun mendatang bukan lagi pada janji-janji manusia tetapi adalah erah orang berpegang kepada janji Allah.

Janji Allah tidak akan mengecewakan jika kita menaruh pengharapan kepada Tuhan Yesus. Dan dengan demikian maka kehidupan kita adalah kehidupan yang senantiasa bersemangat untuk melakukan kehendak Bapa. Bahkan lebih lagi bila kita memahami firman Allah dalam Ibrani 6:19, yaitu berpengharapan kepada Yesus, maka bukan saja segala sesuatu yang ada di dunia ini akan digenapkan dalam kita tetapi juga sampai kebelakang tabir. Artinya sampai kepada kehidupan kekal. Bahkan itu merupakan janji Allah yang paling awal diberikan kepada kita (Yohanes 3:16). Yang kekal saja sudah dijanjikan bahkan digenapi maka pastilah janji-janji Allah selama kita didunia ini pasti digenapi juga.

Maka bagaimana sikap kita agar janji Allah tergenapi dalam hidup kita? Yaitu milikilah ketekunan. Maka tetaplah berdoa, beribadah dan melayani. Jangan menghentikan salah satunya. Ayat 1, menyatakan "tidak dapat berdiam diri” artinya senantiasa bergairah karena Tuhan. Tekun melampaui segala sesuatu. Ketekunan kita melampaui selama 17 tahun Gereja adalah karena ada kegairahan kepada Tuhan. Kita percaya pertolongan Tuhan selalu ada asalkan kita senantiasa juga melakukan setiap perintah Tuhan dengan tunduk dan taat. Kalau kita menggunakan cara-cara dunia maka bukan saja kita akan mengalami kekecewaan tetapi kita akan semakin terpuruk.

Tuhan akan melakukan penggenapan janjiNya. Ada yang seketika, ada yang perlu waktu sebentar, ada pula yang perlu waktu lama. Tetapi dibalik semua waktu-waktu itu sesungguhnya ada kemuliaan yang hendak Tuhan nyatakan. Semakin lama waktu penggenapan janji maka semakin besar kemuliaan yang dinyatakan kepada kita. Ayat 10, alasan menaruh pengharapan kepada Tuhan adalah bahwa Tuhan menjagai sepanjang siang dan malam. Yesaya 30:18, Tuhan menanti-nantikan saatNya hendak menunjukkan kasih setia-Nya. Yaitu saat kina menaruh pengharapan kepada Allah. Demikian juga ketika kita berdoa, berdoalah dengan berpegang kepada janji Allah. Ayub (Pasal 42) dalam segala penderitaannya diperintahkan Allah untuk mendoakan sahabat-sahabatnya yang hendak dimukai Allah. Jangan berpikir tentang orang yang dalam penderitaan karena kehendak Tuhan tidak layak untuk melakukan perintah Tuhan atau dilarang melayani.
Ayat 8, Tuhan menghendaki kita tetap menabur dan menantikan penggenapan janji Allah, supaya kita melihat bukti perkenan Tuhan yaitu akan menuai dengan sukacita. Kita akan dibuat heran ketika Tuhan memulihkan hidup kita. Amin.