KERENDAHAN HATI DI HADAPAN TUHAN

Nov 29 at 8:28pm - admin
KERENDAHAN HATI DI HADAPAN TUHAN
Mikha 6:8

Kerendahan hati merupakan ciri khas kehidupan Yesus sebagaimana dalam Filipi 2:5-8. Tuhan menghendaki kita mencerminkan kehidupan Yesus, ada ciri kehidupan seperti yang ada dalam Tuhan Yesus. Yang dalam hal ini adalah kerendahan hati. Tidak mempertahankan sesuatu yang bagi kita merupakan sesuatu yang kita anggap bernilai tinggi, entah itu berkat, martabat atau mungkin harta kita yang harus dipertahankan. Sebab Tuhan Yesus sendiri yang setara dengan Allah tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Melainkan telah mengambil keputusan untuk mengosongkan diri, menjadi manusia bahkan mengambil rupa seorang hamba. Dalam keadaannya sebagai manusia Dia telah menjalani kehidupannya dengan taat bahkan taat sampai mati di kayu salib. Dan karena hal itulah maka Allah meninggikan namaNya di atas segala nama di bumi ini supaya setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku Dia sebagai Tuhan.

Agar setiap jiwa yang kita doakan bisa diselamatkan/bertobat, maka kita harus meneladani Yesus yang mau merendahkan hati, mau mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Tinggi hati mendahului kehancuran. kita sebagai anak Tuhan harus percaya diri yang berangkat bukan dari kesanggupan kita namun oleh karena anugerah/kekuatan/kemurahan Tuhan. Sebab kalau percaya diri kita karena kekayaan kita, keahlian kita atau jabatan kita maka firman Tuhan mengatakan dengan jelas bahwa kehancuran akan mengikutinya bahkan disebut sebagai yang terkutuk (Yeremia 17:5-6).

Kerendahan hati bukan sikap tubuh yang merunduk-runduk di depan seseorang, tetapi adalah orang-orang yang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri. Artinya, tidak pernah mementingkan kepentingannya sendiri. Kita sering gagal, doa kita tidak dijawab, belum menikmati janji Tuhan karena kita tidak menjadi rendah hati di hadapan Tuhan. Yang dinyatakan dengan langkahnya datang kepada Tuhan ketika persoalan datang dalam hidupnya. Sadar bahwa dalam Kristus ada nasehat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan roh, ada kasih mesra dan ada belas kasihan. Jadi, siapa yang datang pada Yesus maka kita akan dapatkan semua itu. Orang yang sombong bukan berarti orang yang kaya, tetapi orang yang menganggap dirinya penting, mampu, dan benar daripada orang lain dan tidak mau menerima orang lain apa adanya. Seringkali memberi komentar yang negatif tentang yang lain kurang dari dirinya sendiri. Amsal 22:4, ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan. Orang yang tidak membutuhkan orang lain bahkan tidak membutuhkan Tuhan adalah termasuk orang yang sombong. Jadi, walaupun orang miskin namun punya sifat yang seperti tersebut di atas maka dikategorikan sebagai orang sombong.

Ayub 42:1-5, kerendahan hati dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan membawa kita kepada pemulihan keadaan kita yang terpuruk yang juga dialami oleh negeri kita. Mari datang dan merendahkan diri di hadapan Tuhan ketika berdoa bagi negeri kita supaya pemulihan negeri kita terjadi. Mari kita cari Tuhan dan kebenarannya maka segala sesuatu yang kita pikirkan dan doakan akan diberikan / ditambahkan kepada kita lebih dari apa yang kita doakan dan pikirkan (Mat 6:33). Amin.

Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 23 Oktober 2011
GBI Diaspora Surabaya - Pondok Daud

 
Artikel Mingguan