Masuk dalam kerajaan Allah

Nov 22 at 5:20pm - admin
Markus 12:28-34

Ketika orang  Farisi setuju dengan penyataan Tuhan Yesus tentang hal yang utama dalam hidup ini, maka Tuhan Yesus memberikan penilaian bahwa mereka sudah dekat dengan kerajaan Allah. Tapi apakah mereka sudah masuk dalam kerajaan Allah? Jawabnya adalah belum. Padahal Tuhan ingin kita menghadirkan Kerajaan Allah dimanapun kita berada. Ini bisa terjadi apabila kita memilih untuk memasukinya. Dengan cara bagaimana kita bisa masuk dalam Kerajaan Allah bahkan menghadirkan Kerajaan Allah dimanapun kita berada, yang bisa membuat orang lain merasa damai, sukacita, aman dan tidak ada iri hati saat kita hadir?

Kita bisa tinggal dalam kerajaan Allah bahkan menghadirkannya yaitu ketika kita bisa melaksanaakan dua hukum kasih sekaligus. Ada orang yang bisa mengatakan aku mengasihi Allah tetapi ketika diminta mengasihi sesamanya tidak mau atau tidak bisa. Tetapi ada pula yang mengatakan sedang mengasihi sesamanya, ketika diajak untuk mengasihi Tuhan dengan datang beribadah tidak mau dengan dalih tidak penting, yang penting adalah perbuatan baik. Arti yang lebih dalam adalah setiap orang mendengar dan melakukan perintah Tuhan, maka ia sudah berada dalam kerajaan Allah. Dikatakan "dengan segenap" berarti seluruh eksistensi hidup kita, jadi bukan hanya kehadiran tubuh kita, tetapi pikiran, perasaan dan energi kita akan menyatakan kehadiran Allah.

Matius 7:21-23. Jangan terjebak dengan rutinitas hidup agamawi (bernubuat, usir setan, bermujizat demi nama Yesus), sebab yang Tuhan nilai adalah kehidupan kita ditengah-tengah dunia ini. Apakah memberi dampak yang benar atau malah menjadi pembuat masalah. II Samuel 9:1-5, menjadi contoh kepada kita bahwa ketika kita mengasihi sesama dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita sudah mengasihi Tuhan. Daud menyatakan kasihnya dengan memberikan harta Saul kepada keturunan Saul dan mengajak makan semeja.

Namun yang dilakukan Daud ini bukan tiba-tiba, melainkan melalui suatu proses. Daud sudah terbiasa tidak dihiraukan, dan merasakan bagaimana diabaikan. Maz 91:14-16 adalah tentang Daud yang berkenan di hati Allah. Hatinya melekat di hati Allah. Melekat berarti rendah hati, takut akan Tuhan dan punya integritas. Tidak berambisi tetapi percaya kepada Allah dan mengandalkan Tuhan serta sabar menantikan waktu Tuhan. Kalau kondisi ini ada pada kita, maka kegoncangan akan terjadi disekeliling kita, tetapi tidak akan menggoncangkan kehidupan kita. 1 Sam 26:7-12, Daud punya kesempatan untuk menghabisi Saul, tetapi dia tidak melakukan karena tahu Saul juga. Hal ini membuat hati Tuhan terpikat padanya. Tidak membalas kejahatan yang Saul lakukan kepada keturunannya, tetapi membalas kejahatan itu dengan kebaikan kepada Mefiboset, sampai - sampai harus mengajak makan semeja, menjadi salah satu anak raja. Amsal 3:7. Jangan menunda apa yang semestinya kita kerjakan, supaya berkat kitapun jangan tertunda.

Ibadah Umum, Minggu 11 November 2012.
 
Artikel Mingguan