MENCINTAI KESETIAAN - BAGIAN 2
Nov 27 at 8:58am - admin
MENCINTAI KESETIAAN - BAGIAN 2
Mikha 6:8
Kalaupun kita dalam hidup di dunia ini banyak sekali penolakan karena kelemahan dan kekurangan kita jangan menjadi berhenti dalam kesetiaan kita kepada Tuhan untuk beribadah bahkan melayani supaya Tuhan menilai kita memang seorang yang mencintai kesetiaan. Janganlah kesetiaan kita karena uang atau sesuatu yang lain yang kita harapkan memungkinkan kita untuk bisa memberitakan firman Tuhan. Tetap lakukan pemberitaan firman Tuhan, sebab itulah yang menjadi ciri hidup seorang Kristen (1 Petrus 4:11).
1 Samuel 26:23, adalah firman yang menyatakan tentang penghargaan kepada seseorang yang beriman dan setia terhadap tugas dan tanggung jawab terhadap pelayanan. Jadi sebagai orang yang sudah percaya atau beriman kepada Yesus bukan sekedar punya iman namun tidak disertai dengan kesetiaan terhadap segala perintah Tuhan. Roma 3:3, KesetiaanNya tidak mungkin dapat dibatalkan oleh ketidaksetiaan kita. Ia tetap setia walaupun kita sedang tidak setia. Jadi, tidak seperti kesetiaan manusia terhadap manusia yang seringkali mengukurnya dengan kesetiaan orang lain.
Mengapa rasul Paulus sampai menceritakan tentang Yesus yang lain, yang dimaksud Yesus yang lain adalah orang yang memberitakan nama Yesus namun ujung-ujungnya demi kepentingan diri sendiri atau untuk kebanggaan diri sendiri seperti yang dilakukan anak-anak Skewa. Mereka melakukan pelayanan pengusiran setan demi nama Yesus tetapi diakhir pelayanan mereka mengharap balas sesuatu dari pelayanannya itu. Ingin dipandang dan dipuji oleh orang dari hasil pelayanannya. Yesus yang sejati adalah seperti yang Yohanes pembaptis lakukan yaitu yang mengarahkan setiap orang yang dilayani unuk memandang Yesus. Dia katakan yang sesungguhnya tentang Yesus yang adalah anak domba Allah penghapus dosa manusia dan dia mengarahkan untuk percaya kepadaNya.
Hari-hari ini gereja Tuhan juga banyak yang menjadi Yesus yang lain dengan cara-cara mereka yang seolah-olah memberitakan nama Yesus namun sesungguhnya yang hendak dimunculkan adalah kerajaan mereka atau gereja mereka. Tak luput pula dengan hamba-hamba Tuhannya. Mereka berlomba-lomba mempromosikan diri dengan segala gelar-gelar kependetaan dan pelayanan-pelayanan yang pernah dilakukan. Supaya lebih dikenal, supaya undangan lebih banyak atau amplopnya lebih tebal. Bahkan ada yang membuat tipu daya untuk mendongkrak popularitasnya. Mari biarkan hanya nama Yesus yang senantiasa menjadi pusat pemberitaan dan pengarahan pandangan dalam pelayanan kita dan jemaat yang kita layani. Amin.
Ringkasan Khotbah : MENCINTAI KESETIAAN - BAGIAN 2
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 23 Oktober 2011
GBI Diaspora Surabaya - Pondok Daud