MENGIKAT PERJANJIAN DENGAN ALLAH

Jun 26 at 3:39am - admin
MENGIKAT PERJANJIAN DENGAN ALLAH

Tuhan bisa saja memakai bangsa lain untuk terjadinya pemulihan bagi suatu bangsa yang menjadi pilihanNya yang disertai dengan kesungguhan untuk terjadinya pemulihan itu. Doa dengan kesungguhan hati dinyatakan dalam tindakan pro aktif sebab itu sama dengan iman yang disertai perbuatan. Restorasi atau pemulihan secara roh Tuhan Yesus sudah lakukan dengan karya salib. Namun Tuhan ingin merestorasi lebih jauh lagi dalam hidup kita yaitu dalam keluarga, pekerjaan, bisnis bahkan pelayanan. Restorasi yang Tuhan kerjakan hari-hari ini tidak sekedar dalam fisik bangunan tempat ibadah, namun lebih kepada  umatNya sebagai gerejaNya yang hidup. Ketika Tuhan mulai merestorasi rumahNya maka Ia akan memulainya dari diri setiap orang-orang yang menjadi umat pilihanNya. Ayat 3 memang berbicara tempat, namun dalam perjanjian baru jelas kitalah baitNya. Sehingga kita jugalah yang akan direstorasi. Namun itu semua tidak akan pernah terjadi ketika didalam diri umatNya tidak ada kerinduan untuk mendapatkan restorasi. Seperti halnya ketika kita tahu Tuhan suka dipuji maka kita harus memujiNya, Tuhan suka kepada penyembahNya yang benar maka kita menyembahnya, demikian ketika Tuhan ingin merestorasi baitNya harus ada kerinduan dari umatNya untuk mau direstorasi.

Ayat 6 menunjukkan langkah iman. Walaupun belum ada ijin namun sudah ada langkah untuk membangun kehidupan yang baik, sebagai baitNya, maka restorasi mulai dikerjakan oleh Tuhan. Keterlibatan kita dalam pemulihan bait Tuhan dapat kita lihat dalam Hagai 1:4. Apakah sudah waktunya kita membangun bait Tuhan? Padahal kita mempercantik rumah kita sendiri namun Rumah Tuhan dibiarkan reruntuhan. Keterlibatan kita dalam pembangunan bait Tuhan adalah langkah iman untuk lebih nyata lagi restorasi. Ayat 10-13 memberikan contoh kepada kita untuk melakukan langkah-langkah pembangunan bait Tuhan dengan segenap hati, jiwa  dan kekuatan kita. Agar bila ada diantaranya yang berusaha untuk menggagalkan pembangunan bait Tuhan tidak berpengaruh kepada langkah-langkah iman yang sudah ada. Semua ada dalam arah yang sama bahwa inilah saatnya restorasi. Dan itu akan menjadi suatu gelombang yang besar bagi pemulihan suatu bangsa. Miliki beban bagi pemulihan bangsa dengan memiliki kesamaan dalam visi. Ezra 4:4-5, sekalipun  ada diantara mereka yang merancangkan kegagalan proyek Tuhan, namun biarlah kita tidak terpengaruh. Sebab dimana kebenaran dinyatakan disitu ada kejahatan yang terjadi.
Kalaupun terjadi kemajuan demi kemajuan maka muncul juga masalah-masalah yang baru Ezra 9: 1-2. Bahkan ternyata yang membuat masalah-masalah adalah pemuka-pemuka, yang mengawini penduduk setempat. Karena itu perlu kita waspadai terhadap pencemaran, pembelokan atau terjadi dosa-dosa baru. Jangan pula menjadi terlalu sedih lalu berlaku berlebihan seperti Ezra dalam ayat 3. Sedih boleh saja tetapi jangan sampai membuat persoalan baru yang lebih rumit. Maka untuk itu Ezra mulai mengaku dosa sebagai tanda penyesalan atas perbuatannya (10:1-2). Sekhanya dalam doanya tidak ada unsur menghakimi sesamanya, mari kita buang keinginan menghakimi sesama sekalipun dalam bentuk doa. Sekhanya tidak melakukan perbuatan itu namun dia mengatakan "kami” dalam doanya. Ambil langkah pertobatan secara perkataan. Bisa saja seorang umat Tuhan menjadi pengucap kata-kata rohani namun tidak pernah lepas dari keluh kesah tentang masalah kehidupannya. Menderitalah oleh masalah itu demi pemulihan. Ikatkan perjanjian dengan Allah. Amin
 
Artikel Mingguan