SAKSI SEBAGAI ANAK ALLAH DI BUMI - BAGIAN 2
Nov 11 at 12:43am - admin
SAKSI SEBAGAI ANAK ALLAH DI BUMI - BAGIAN 2
1 Yoh 5:6-21
Ayat 13-15, kalau kita berbicara tentang Yesus maka sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kita yang sudah menerima jaminan hidup kekal. Hidup kekal yang kita peroleh adalah karena anugerah bukan karena usaha kita. Kalau kita meminta apa saja dalam nama Yesus maka percaya bahwa Ia telah memberikannya kepada kita. Maka kita tidak akan lagi hidup dalam kekuatiran, karena kita tahu bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita yang sudah dipimpin oleh Roh Kudus yang sesuai dengan kehendakNya. Kesaksian Roh yang pertama adalah pengakuan tentang Yesus anak Allah, sedangkan kesaksian Roh yang kedua adalah tentang hidup kita yang dipimpin oleh Roh Kudus yang tidak semaunya sendiri, tetapi hidup yang tertib dan mau diajar. Dan kalau hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus maka di dalam kita ada buah Roh Kudus (Galatia 5:22-23). Orang yang dalam hidupnya ada buah Roh Kudus yaitu damai sejahtera salah satunya, maka setiap keputusan yang diambil pasti keputusan yang datangnya dari Allah.
Kesaksian air, yang pertama adalah air kehidupan (Yoh 4) yang akan memancar seperti mata air. Air juga berbicara tentang firman, kalau kita menerima firman, maka itu akan menjadi sumber kehidupan. Air yang kedua berbicara tentang air adalah disucikan. Tidak ada seorangpun yang bisa tahir tanpa dia dimandikan atau disucikan dengan air yaitu firman. Jika kita yang seharusnya mandi dengan air suci yaitu firman Tuhan, lalu tidak lagi memandikan hidup kita dengan firman maka akan diketahui oleh Tuhan bahkan oleh manusia sekalipun yaitu ada sesuatu yang tidak benar dalam hidup kita. Biasanya suka dan rajin beribadah bersama di gereja, lalu tiba-tiba saja kita menjadi jarang melakukannya dan ternyata yang terjadi adalah dia sudah lama tidak mandi dengan air (firman). Namun sebaliknya bila kita selalu mandi dengan firman maka bukan saja Allah yang menilai kita tetapi duniapun menilai kita sedang hidup dalam kekudusan Tuhan. Bukti bahwa kita selalu memiliki kesaksian air adalah kita selalu memikir-mikirkan firman, merenungkan firman, memperkatakan firman bahkan melakukan firman.
Kesaksian darah berarti mengakui bahwa kita ada sekarang ini karena darah Yesus yang sudah ditumpahkan. Kita sadar bahwa kalau Yesus tidak menderita karena aniaya hingga darah tertumpah bahkan sampai mati dengan menyerahkan nyawaNya maka tidak mungkin saya bisa seperti sekarang ini yaitu seorang manusia baru yang mendapat jaminan hidup kekal di sorga. Artinya kita punya kesaksian sebagai umat yang sudah ditebus. Ciri pertama yang nampak dari seorang yang merasa diri sudah ditebus adalah tidak ada kesombongan lagi dalam hidupnya. Karena sadar bahwa sesungguhnya kita ini harusnya terhukum, terpenjara dan hidup di tempat gelap, bersama binatang-binatang kotor dan maka di tempat yang jorok. Namun ada satu pribadi yang akhirnya datang mau menggantikan hukuman atas kita sehingga akhirnya kita tahu bahwa tidak ada yang dapat kita banggakan dari diri kita tetapi hanya Yesus yang kita banggakan, Yesus yang penuh kasih. Kita bukan sekedar dibebaskan dari hukuman atau penjara manusia tetapi dari hukuman kebinasaan kekal dan mendapat kehidupan kekal di sorga. Ciri kesaksian darah yang lain adalah kita tidak lain main itung-itungan ketika melakukan sesuatu bagi kerajaan sorga. Ada bagian dari kita yang lepas demi Kerajaan Allah ditegakkan. Amin.
Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 02 Oktober 2011
GBI Diaspora Malang