HOPE: HEAR, OPTION, PRAY & EYES OF TEARS IN INTIMACY
Yak 1:19
Shallom, hari ini kita akan berbicara tentang pengharapan. Setiap orang
yang hidup pasti punya pengharapan. Walau kadang omongan kita buruk tapi
kita pasti mengharapkkan sesuatu yang baik. Tidak ada orang yang
mengharapkan yang jelek, tapi kalau lagi marah, kadang justru yang
jelek-jelek yang keluar dari mulut kita, betul tidak?
Pengharapan itu harus kita taruh yang positif. Firman Tuhan katakan, pikirkan apa yang baik, yang mulia, yang kudus, yang sedap didengar, pikirkan itu semua. Apa yang kita pikirkan akan menciptakan suatu iman yang akan terjadi dalam hidup kita.
Pengharapan dalam bahasa inggrisnya adalah hope. Ada beberapa poin dalam pengharapan yang ingin kita pelajari, dari HOPE:
1. Hear (Dengar)
Manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, panca indera mana yang
jatuh pertama kali? Penglihatan, penciuman, pendengaran, atau perasaan?
Pendengaran! Bukan mata. Sebelum dia lihat, iblis ngomong dulu.
Pendengaran ini menjadi poin yang pertama, hati-hati dengan apa yang
kita dengar. Makanya di kita Wahyu dikatakan barangsiapa punya telinga
hendaklah dia mendengar apa yang dikatakan roh.
2. Option (Tanggapan)
Option itu artinya pilihan. Hidup itu pilihan. Setelah dengar, kita
harus memilih. Saudara bisa dengar yang buruk dan yang baik, tapi
pilihan ada di tangan kita sendiri. Kalau kita memilih yang tepat, kita
berbahagia, milih yang kurang tepat, mengucap syukurlah.
3. Pray (Doa)
Kalau kita sudah dengar dan memilih, ada yang ketiga. Baik dan buruk
pilihan itu, kita harus pray atau berdoa! Doalah yang akan menguatkan
dan meneguhkan kita.
4. Eyes of tears in intimacy (Air mata keintiman)
Lebih lanjut, pasti ada doa-doa kita yang juga belum dijawab, dan itu
membawa kita kepada air mata di dalam keintiman dalam Tuhan. Roma 8:24, Sebab
kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat,
bukan pengharapan lagi, sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa
yang dilihatnya?
Pengharapan itu mengharapkan sesuatu. Dan kalau sesuatu itu sudah ada, Itu sudah bukan pengharapan lagi.
Untuk mencapai apa yang kita harapkan, inilah 4 dasarnya: Hear, option, Pray, dan Eyes of tears in intimacy.
HEAR
Mendengar tentu dengan telinga, tapi bukan hanya sekedar dengan telinga, saudara juga harus mendengar dengan hati. sebuah lagu katakan bahwa hati adalah cermin tempat dosa dan berhala bertaruh.
Kalau saudara mendengarkan, itu harus dengan hati. Kalau dengar cuma
dengan telinga, maka bisa masuk telinga kanan keluar kiri. Kalau dengar
dengan hati, maka akan ada instrospeksi diri.
Yak 1:19, Hai
saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendalah
cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat
untuk marah.
Tuhan ciptakan kita dengan 2 telinga dan 1 mulut. Artinya kita perlu mendengarkan lebih banyak daripada berbicara. Kalau orang banyak mulut, pasti telinganya kecil, tidak sesuai dengan ciptaan Tuhan. Banyak MK bubar karena ada yang "ember" artinya ember itu lebih besar mulutnya daripada dasarnya.
Jadi kita harus mendengar dengan telinga, dan lebih lagi mendengar dengan hati. Mazmur 119:105, FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Dalam sebuah survei di gereja, rupanya ada 5 cara orang mendengar:
1. Mendengar secara kosong
Fisik kita di sini, pikiran kita melayang ke mana-mana. yang begini
seperti seni. Harusnya dikirim jadi tentara Burka, yang bisa tidur
sambil melek. Tapi pengalaman saya sebelum menjadi anak, dulu saya susah
tidur di mana-mana, itulah dahsyatnya percaya Tuhan Yesus.
2. Pura-pura mendengar
Ada orang yang pura-pura mendengarkan. Manggut-manggut, tapi hatinya menolak firman Tuhan.
3. Mendengar secara selektif
Orang seperti ini cuma mau Firman yang enak-enak saja, tapi dia tidak mau ditegur.
4. Mendengar dengan perhatian
Artinya bisa mengambil intinya, penuh perhatian. Dia mau tahu apa rahasia Tuhan hari ini.
5. Mendengarkan dengan penuh simpati dan empati
Ini yang Tuhan ingingkan, hati yang terbuka. Hati adalah kumpulan
pikiran dan perasaan, setelah itu kita melakukan firman Tuhan. Orang
seperti ini bisa berkata, "Tuhan, Engkau selidiki aku, silakan ubah yang tidak sesuai dengan Engkau." Orang-orang begini akan pulang dengan sukacita.
Pada waktu kita mulai mendengarkan, apa yang terjadi? Bukan berapa kuat
kedudukanmu, bukan berapa kuat, tapi kekuatan orang percaya itu dari
sumber utama yaitu dengar-dengaran firman Tuhan. Kekuatanmu, kekuatanku,
kekuatan kita, itu seberapa banyak firman Tuhan yang kita dengarkan.
Ada gereja yang tidak maju-maju, padahal doanya kuat sekali. Tapi
sebaliknya, ada yang tidak doapun gerejanya penuh. Saya percaya,
rahasianya adalah mendengarkan.
Saya percaya Bapak Gembala itu mendengarkan, makanya ada visi-visi Tuhan
yang diberikan. Semakin kita berdoa, maka itu semakin membuat kita peka
untuk mendengar Tuhan.
Saudara diberkati atau tidak, sebetulnya karena menuruti firman, bukan seberapa banyak kita berdoa.
Bukan seberapa banyak kali engkau ke
gereja, bukan berapa banyak firman yang kau baca, tapi berapa banyak
dari firman itu engkau terapkan dalam hidupmu. Itu yang Tuhan mau.
OPTION
Hidup kita ini adalah pilihan. Saudara tidak bisa bilang ke orang lain, "Kalau mau berteman sama gua mesti ngomong yang bagus-bagus aja." Saudara tidak bisa untuk mengatakan ke orang lain, "Kamu jangan menilai saya."
Kita punya mata untuk melihat. Di komputer misalnya, saudara mau lihat
yang polos, yang mulus, yang bugil, yang apa saja semua bisa dilihat.
Komputernya tidak salah, tapi pilihan di tangan kita. Pilihan saudara
mau buka yang benar atau salah! Kita bisa memilih. Hari ini saudara
memilih mau datang kebaktian pertama atau kedua, itu juga pilihan.
Saya teringat dengan Yunus. Yunus sudah mendengar firman Tuhan. Bahkan
dia dengar langsung dari Tuhan untuk pergi ke Niniwe. Tapi Yunus
kira-kira bilang begini, "Ngapain ke Niniwe? Enakan juga mancing ke Tarsis."
Saudara, saya mau katakan, hobi mancing itu tidak bisa menangkal stres,
untuk menangkal stres itu hanya duduk di bawah kaki Tuhan.
Yunus tidak taat. Dia dengar firman Tuhan, perintah Tuhan, tapi tidak
mendengarkan. Apa yang terjadi? Saudara harus ingat, walau kita membuang
diri di tempat yang salah. Tuhan tidak akan membuang saudara, sekalipun
dunia sudah melempar saudara, Tuhan tidak pernah hilang akal atau habis
akal. Tuhan kirim ikan yang besar kepada Yunus. Orang suka bilang ikan
paus, tapi Alkitab tidak pernah bilang begitu, Alkitab katakan ikan
besar.
Waktu salah memilih, harus menanggung akibatnya. Walaupun kasih Tuhan
tidak berubah, tapi akibatnya harus ditanggung. Satu kali orang berbuat
dosa dengan membuat allah emas dan Musa meminta agar Tuhan mengampuni
mereka, Tuhan menjawab, siapa yang bersalah, dialah yang harus menanggung.
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga harus memilih. Mereka mendapatkan
tantangan dapur api yang dipanaskan 7 kali lipat. Mereka harus memilih,
dan mereka katakan, "Jika
Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan
melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam
tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui,
ya raja; bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan
menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Dan 3:17-18).
Pada waktu saudara nekad untuk memilih bergantung kepada Tuhan, Tuhan
pasti lebih nekad lagi menolong saudara. Saya telah membuktikan dalam
hidup saya. Saya pernah tidak membawa SIM. Polisinya berkata, "Bapak mau pilih mana? Damai atau tilang?"
Biasanya orang salah yang pertama, kalau tidak bertobat buru-buru, akan
mengakibatkan salah berikutnya dan berikutnya lagi. Pada waktu itu
Tuhan tegor, "Kamu sudah salah pertama, bayangkan kalau yang salah
menangkap itu jemaat gereja/mk. Bagaimana bisa kamu melayani di mimbar?"
Saya hamba Tuhan, saya salah seperti Yunus.
Kita belajar, mau macet atau tidak, Tuhan yang tentukan itu semua.
Kadang lihat orang lewat bahu jalan enak banget bisa cepat lewatnya.
Memang maling itu kadang rasanya lebih enak daripada orang benar. Tapi
jangan lakukan, hidup itu pilihan. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
memilih. Dan semua orang yang dipakai Tuhan itu memilih yang benar!
Yosua juga memilih. Dia berkata, "Tetapi
jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada
hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek
moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang
negerinya kami diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan
beribadah kepada Tuhan!" (Yosua 24:15).
Hidup adalah pilihan, saya tidak tahu pilihan saudara benar atau salah, tapi Tuhan Yesus tetap mencintai saudara.
PRAY
Tanggapan kita menentukan kehidupanku. Seorang suami memergoki suaminya
selingkuh. Mana yang harus dipilih? Mau ribut atau mengampuni? Memilih
yang untuk ribut saling menyalahkan atau pun untuk mengampuni, persoalan
tetap ada. Tidak ada keluarga yang sempurna!
Kenapa kita harus berdoa? Supaya ada jalan keluar. Bumi bukan sorga, ini
adalah tempat penderitaan, untuk mengasah kita supaya karakter kita
semakin seperti Kristus. Di dunia ini kita diasah bukan untuk jadi kaya,
itu bonus. Mana pilihan kita? Bisa saja kita mau saling menyalahkan.
Tapi pilihan kita yang benar, di dalam tinggal tenang, di sana letak
kekuatanku.
Ada yang bertanya, "Pak Pendeta, kapan selesainya? Sampai kapan saya harus berdoa?" Di Alkitab tidak ada katakan berapa lama, tapi kita harus berdoa sampai Tuhan jawab.
Kita belajar dari Yakub, Lalu kata orang itu; "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah
menyingsing." Sahut Yakub: Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika
engkau tidak memberkati aku." (Kej 32:26) Kita juga harus berkata demikian, "Aku tidak akan melepaskan pengharapan dalam doaku sampai Engkau menjawab!
Doa itu yang paling penting bukan sikap doa kita, dan bukan berapa
banyak kita doa, tapi yang penting adalah Yesus hadir, itu yang paling
penting!
Nuh pada zamannya adalah orang yang hidup bergaul dan berkenan kepada
Tuhan. kalau saudara bergaul dengan Tuhan, maka doa adalah sarana untuk
kita bergaul dengan Tuhan. Kalau kita bergaul dengan Tuhan, Tuhan akan
kasih terperinci rencananya.
Kalau kita berdoa, pertama kita dapat petunjuk. Kedua,
kita dapat kasih karunia. Kenapa? Waktu Tuhan mau memusnahkan Sodom dan
Gomora, Tuhan bilang dulu pada Abraham karena dia adalah sahabat Allah.
Seorang sahabat itu tidak ada rahasianya. Jangan cuma jadi orang
Kristen biasa, tapi jadilah sahabat Tuhan! Maka ada impartasi kuasa
Allah mengalir melalui hidup kita.
Roh Kudus membuat segala sesuatu yang tidak mungkin jadi mungkin, tapi
untuk mewujudkannya di bumi, di percayakan pada saudara dan saya.
EYES OF TEARS IN INTIMACY
Kalau kita bergaul dengan Tuhan, walau belum dapat, miliki air mata keintiman dengan Tuhan.
Hana, isteri Elkana, membutuhkan seorang anak. Dia dimadu oleh suaminya
dengan isteri barunya. Penina. Tapi Hana mengadu pada Tuhan, sampai Imam
tidak mengerti dan menghakimi dia. Hana mengerti, pertolongan dan
penghiburannya bukan dari manusia. Dia datang kepada Tuhan dengan
linangan air mata (1 Sam 1:1-10).
Maz 121:2 katakan, Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Mazmur 56:9, Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kau taruh dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kau daftarkan?
Jadi ada kirbatnya. Saudara, katakanlah gelas adalah penampung air mata,
kalau gelasnya belum penuh, penuhi cepat-cepat dengan air mata! Yesaya
38:1-3, Pada
hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi
Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman Tuhan:
sampaikanlah pesan terakhir pada keluargamu, sebab engkau akan mati,
tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding
dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: "Ah Tuhan, ingatlah kiranya,
bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia dan dengan tulus hati
dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mataMu." Kemudian
menangislah Hizkia dengan sangat.
Raja Hizkia mendengar langsung dari nabi Yesaya bahwa dia akan mati.
Yesaya dengan berani menyampaikan pesan yang seperti itu, mungkin kalau
disuruh menyampaikan kepada raja seperti itu, kita bisa-bisa mundur
gemetar.
Tapi rupanya raja Hizkia itu bertobat. Dia berbalik dan berdoa kepada Tuhan, "Ah
Tuhan, ingatlah kiranya bahwa aku telah hidup di hadapanMu dengan setia
dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di
mataMua."
Setia di sini artinya dengar-dengaran. Bukan hanya dengar, tapi dengar-dengaran akan firman Tuhan. Dengan tulus hati artinya "memilih dengan kebebasanku, dengan hati nuraniku aku memilih Engkau." Dan kenapa Hizkia tahu telah melakukan apa yang baik? Karena dia punya
kehidupan doa. Dan ternyata air mata Hizkia itu berpengaruh terhadap
nasibnya.
Yes 38: 5, "Pergilah
dan katakan kepada Hizkia: Beginilah firman Tuhan, Allah Daud, bapa
leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah kulihat air matamu.
Sesungguhnya Aku memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi."
Kita belajar di sini. Tuhan ternyata bisa menunda kecelakaan menjadi satu mujizat yang luar biasa dalam hidup kita! Amin.