MILIKI PANDANGAN YANG KEKAL

Nov 27 at 9:19am - admin
MILIKI PANDANGAN YANG KEKAL
2 Kor 4:16-18

Dalam dunia, ada dua macam pandangan, yaitu pandangan yang melihat dari sisi kesusahan, melihat sesuatu yang sudah capek dan tua, sehingga akibatnya kita menjadi tidak semangat. Padahal kalau dilihat dari sisi yang lain, ada suatu kegairahan yang luar biasa.

2 Kor 4:16-18, Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Paulus menyatakan bahwa dalam hidup ini ada 2 macam pandangan, yang melihat secara jasmani, penampilan luar, kasat mata. Secara tubuh, secara jiwa, secara roh, maka cenderung orang mudah putus asa, kecewa, gampang kuatir. Alkitab katakan, segala yang lahiriah adalah sementara. Kita akan semakin merosot. Orang ketika lahir, menjadi remaja, lalu kuliah, ketemu pacar, menikah, bekerja, punya anak. Kita menunggu anak kita besar, wisuda, sarjana, menikahkan anak, sesudah itu kita menunggu cucu kita, cicit, dan akhirnya meninggal dunia. Kalau hanya melihat jasmani saja, maka kita akan hilang dengan cepat. Umur manusia menurut Alkitab rata-rata 70 tahun, kalau masih kuat 80 tahun. Alkitab katakan, segala sesuatu yang kelihatan adalah sementara, bahkan kita akhirnya akan dikubur.

Kalau hidup kita konsentrasi pada hal yang jasmani, hanya pada kenikmatan sesaat, maka hidup kita aka sebentar dan habis. Saya ingin mengajak hari ini, mari kita mementingkan perkara-perkara yang tidak kelihatan. Karena yang tidak kelihatan adalah kekal selama-lamanya.

Orang yang punya pandangan kekal akan menitikberatkan pada suatu kekekalan, pada kehendak Tuhan, dan akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Kalau pandangan kita pada kekekalan, maka tindakan kita akan dibawa kepada suatu kekekalan.

Apabila satu kali malaikat Tuhan datang kepada salah satu ibu di sini dan mengatakan bahwa ibu akan hamil bulan depan dan anak itu akan jadi calon Presiden 2030; saya yakin kalau dia percaya pada pesan ini, maka hidup ibu ini dan cara pandangnya akan berubah. Dia akan memelihara kandungannya, minum vitamin, dan tidak akan sembarangan. Setelah anaknya lahir pun tidak akan menyekolahkan dengan sembarangan, lingkungan pun dijaga tidak sembarangan. Kenapa? Karena anaknya akan jadi calon Presiden pada tahun 2030!

Ketika seseorang punya pandangan jauh ke depan, maka seluruh karakter kita akan berubah. Berarti, pandangan yang kekal harus kita miliki dalam hidup, karena berdampak pada semua dalam hidup kita.

Stephen R Covey mengatakan bahwa "Jika anda ingin perubahan dengan lompatan kuantum, ubahlah paradigma anda". Yang bisa mengubah paradigma hanya firman dan Roh Kudus. Haleluya!

Orangtua sering kecewa karena anak tidak bisa berubah, sulit sekali. Sering kali hamba Tuhan menjadi kecewa dan putus asa, ribuan khotbah sudah disampaikan, tapi sangat sedikit perubahan pada jemaat. Paradigma, mindset, pola pikirnya, ketika diubahkan oleh firman dan Roh kudus, saya yakin orang itu pasti akan berubah hidupnya. Tantangan kita ke depan, tahun 2012, kalau seseorang hanya memandang jasmani, pasti ujungnya menjadi manusia dunawi yang sementara saja. Tapi saat pandangannya kekal, mengutamakan cari kerajaan Allah dan kebenarannya, maka hidup, pelayanan, keluarga, pekerjaannya akan berubah, karena pandangan ini akan menjadi sasaran perubahan dalam hidup,

Akibat tidak memiliki pandangan hidup yang kekal
Ratapan 1:9, Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. "Ya Tuhan, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya!"

Orang yang tak berpikir mengenai akhirnya, artinya orang yang tidak memiliki pandangan jauh ke depan, tidak memiliki pandangan yang kekal, ayat di atas katakan akibatnya adalah sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya.

Kalau tidak memiliki pandangan kekal, tidak berpikir mengenai akhirnya, akan ada 3 hal yang terjadi:
1. Kenajisan.
2. Sangat dalam ia jatuh.
3. Dipermalukan.

Kalau orang tidak punya visi ke depan maka orang itu akan sangat mudah menjadi najis, sangat dalam ia jatuh, dan dipermalukan.

Orang-orang yang gampang bermain-main dengan dosa, jatuh dalam free sex, orang-orang yang melayani dan membangun kerajaan diri sendiri, adalah orang-orang yang tidak memiliki pandangan jauh ke depan.

Mungkin anda bertanya, "Kenapa hamba Tuhan ini bisa jatuh? Kenapa orang bisa meninggalkan isteri dan anak, kawin lagi dengan perempuan lain?" Sederhana saja, pasti dia tidak punya pandangan yang kekal! Orang yang gampang jatuh dalam dosa, free sex, korupsi, segala macam, adalah orang yang tidak punya pandangan yang kekal. Orang yang tidak berpikir akhir, akan sangat gampang hidup najis, sangat gampang dan dalam jatuh, dan akhirnya akan dipermalukan. Bertobatlah, milikilah pandangan kekekalan, utamakan kehendak Tuhan, bukan sesuatu yang sementara!

Orang yang tidak memiliki pandangan akhir, pandangan yang kekal, cenderung jatuh dalam dosa. Cenderung akan hidup najis, tidak takut apapun juga. Tapi saya percaya, kalau kita hidup dalam firman dan Roh Kudus, kita akan takut kepada Tuhan, maka hidup kita akan senantiasa bergantung kudus dalam Tuhan, selama-lamanya.

Mari kita harapkan perkara-perkara yang kekal dalam hidup kita. Utamakan perkara-perkara ke depan yang Tuhan sudah taruh dalam hidup kita. Tuhan punya rencana, yaitu supaya saudara segambar dengan anakNya, Yesus Kristus, dan kita akan memerintah bersama Bapa di sorga, menjadi kawan sekerja, memerintah kerajaan 1000 tahun.

Bagaimana cara memiliki pandangan yang kekal?
#1 Miliki kehidupan Firman dan Roh Kudus
Kunci pertama adalah hidup di dalam Firman dan Roh Kudus. Sifat, watak seseorang ditentukan oleh 4 faktor:
  1. Benih orangtua. Keturunan itu berpengaruh pada seseorang. Bibit-bebet-bobot itu terjadi dalam hidup manusia. Bahkan jantung dan paru-paru kita diturunkan dari orangtua kita.
  2. Pendidikan orangtua. Umur 1-12 tahun sangat penting pendidikan. Saudara bisa sekolahkan anak saudara di mana pun, tapi kalau 1-12 tahun itu anak itu banyak mengalami kekecewaan, luka batin, tidak punya figur ayah-ibu yang baik, maka itu akan berpengaruh pada hidupnya.
  3. Pengetahuan yang kita dapatkan
  4. Pengalaman, suka, dan duka. Mungkin ada yang pacaran diputuskan, bermacam-macam.

Keempat poin itu sudah menjadi sejarah dan tidak bisa berubah. Tapi kabar sukacitanya, ada faktor yang kelima, yaitu paradigma yang diubahkan! Dan ini hanya bisa terjadi karena firman Tuhan. Mari renungkan firman Tuhan siang dan malam. Hidup kita tidak akan pernah mengalami pandangan yang kekal.

Mengikuti seminar itu bagus tetapi terbatas. Motivasi itu bagus, tapi tidak mungkin bisa mengubah hidup kita. Hidup kita hanya bisa berubah karena firman Tuhan dan Roh Kudus.

Roma 12:2 dan Filipi 4:8, katakan merenungkan firman Tuhan sampai pikiran kita dipengaruhi, diselaraskan dengan kehendak Tuhan.

#2 Miliki karakter serupa Kristus - kehidupan komunitas yang saling terbuka
Kita harus punya komunitas yang saling terbuka, saling mengasihi. Ibadah itu sangat bagus tapi sangat terbatas. Mendengarkan para pengkhotbah itu bagus, tapi dengan masuk komunitas, maka dalam 1 tahun, kecepatan rohani saudara akan melewati 10 tahun hanya mendengar khotbah-khotbah saja. Masuklah dalam Mezbah Keluarga (MK)!

Karena itu, kalau saudara baca Ibrani 10:24-25, ibadah yang sebenarnya itu adalah bukan di gereja, tapi harus saling menguatkan, saling memperhatikan. Itu hanya bisa terjadi di komunitas, di MK. Ibadah hanya bisa equip (memperlengkapi), tapi ibadah yang sebenarnya adalah di MK. Saudara tidak bisa tumbuh tanpa komunitas.

Saudara harus alami komunitas. Jemaat akan mengalami kebangunan ketika ada dalam MK yang saling terbuka, bahkan untuk dosa dan pergumulan saudara. Kalau mau bertumuh, masuklah dalam MK yang saling berbagi cerita. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.

Saudara mau bertumbuh? Komunitas bukan hanya MK, tapi pertama-tama juga di keluarga, komunitas lainnya juga bisa di kantor dan di pabrik. Kalau ada saudara seiman adalah sangat bagus, karena kita bisa sharing. Saya bersyukur dengan rekan kerja saya, setiap hari kami sharing firman Tuhan, tentang misi, bahkan soal duit, hingga soal berantem dengan isteri.

Seperti dikatakan, kalau dekat-dekat Pendeta bisa ketularan jadi Pendeta. Mutlak saudara harus hidup di dalam komunitas.

#3 Miliki gaya hidup melayani-melayani sesuai dengan calling and passion.
Penonton hanya jago kritik saja. Jadilah usher, kolektan, pendoa syafaat, pengkhotbah, bahkan saudara layani kampus, anak-anak jalanan, pabrik-pabrik.

Kita akan tetap kencang melayani Tuhan, karena pertama, merenungkan firman Tuhan dan Roh Kudus. Ada komunitas yang kuat terutama dengan isteri dan anak-anak, di kantor, dan di gereja. seumur hidup akan melayani Tuhan.

Bahkan Tuhan yang diuntungkan dalam pelayanan kita, tapi kitalah yang diuntungkan bisa melayani Raja di atas segala raja! Saya orang najis, kotor, cadel, tapi bisa melayani Tuhan seumur hidup! Milikilah pandangan yang kekal!
 
Artikel Mingguan