Dalam hidup kita sebagai orang percaya tidak hanya diperhadapkan kepada roh-roh yang menyebabkan kesengsaraan atau penderitaan jasmaniah saja tetapi juga menghadapi spirit (roh) Kain, Spirit Bileam dan spirit Korah. Yudas 1:10-13, hati – hati terhadap spirit kain yaitu iri hati. Jangan kita terhanyut didalamnya sebab akan membuat kekacauan dalam gereja Tuhan. Orang yang dihinggapi spirit kain akan selalu menjelekkan oran lain demi memuaskan iri hatinya kepada orang yang dijelekkan tersebut.
Spirit yang kedua yang harus kita hindari adalah spirit Bileam yaitu spirit serakah hanya karena upahan. Seperti Esau juga yang hanya karena semangkuk sup merah merelakan kesulungannya. Yang melakukan segala pelayanan Tuhan karena upah.
Spirit ketiga yang juga harus kita hindari adalah spirit korah yaitu pemberontakan terhadap pemimpin. Spirit ini tidak terlalu nyata dalam bentuk-bentuk demonstrasi tetapi bias dilakukan dengan cara-cara yang tidak disadari. Mempengaruhi orang untuk tidak respek terhadap ketetapan pemimpin saja sudah termasuk spirit korah. Mempengaruhi orang atau saudara seiman yang lain untuk merasa “tidak bersalah atau tidak terpikirkan” ketika tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan. Misalnya anak Tuhan yang lupa untuk hadir dalam pengajaran (SAM) dan menanyakan tentang SAM itu. Yang mempengaruhi ini sudah tersusupi oleh spirit korah, pemberontakan.
Hati-hati terhadap tiga spirit tersebut diatas, karena dikatakan sudah menyusup diantara ktia. Tanpa Iman yang paling suci kita dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, akan mudah tersusupi ketiga spirit yang menjerumuskan ini. Berubahlah oleh pembaharuan budi kita supaya kita mengetahui manakah kehendak Allah dan yang berkenan kepadaNya. Ketiga spirit ini seperti awan yang tidak berair, artinya banyak omong tetapi tidak melakukan apa-apa. Seperti pohon yang tidak menghasilkan buah tetapi terbantun. Seperti ombak yang membuihkan keaiban mereka. Yang tidak pernah bersyukur tetapi terus mengeluh, selalu mencari keuntungan dan menggerutu (ayat16).
Mari kita pelihara iman kita dalam kasih (ayat 21) sampai Tuhan Yesus dating pada kali yang kedua. Tunjukkanlah belas kasihan pada mereka yang ragu-ragu (ayat22). Selamatkan dengan cara merampas mereka, bencilah pakaian mereka, tetapi kita merebut nyawanya. Karena Yesus datang untuk orang yang berdosa.
Bagaimana kita memelihara dan mendapat iman yang paling suci dan memiliki hubungan yang intim. 1 Petrus 3:1-7, ada 4 hal yang pertama : hidup penuh penuh pengharapan bukan pada harta, orang lain tetapi hanya kepada Tuhan. Kedua, hidup yang tertuju kepada mahkota kehidupan sebgai target dan tujuan hidup kita bukan yang lain. Sebab yang lain adalah kebinasaan. Ketiga, hidup mengandalkan kepada Tuhan dan keempat hidup siap menghadapi cobaan untuk memurnikan iman kita. Jangan mengeluh tetapi berbahagialah, karena Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk memilik iman yang paling suci. Amin