Mendapat Pertolongan Tuhan Pada Waktunya

Apr 20 at 7:19am - admin
Mendapat Pertolongan Tuhan Pada Waktunya
(Ibrani 4:14-16)

    Ketika kita memperingati Jumat Agung maupun Paskah raihlah berkat yang ada di dalamnya. Ada maksud tujuan dibalik penderitaan yang dialamiNya. Tujukan pandangan kita kepada Yesus supaya memahami maksud dari penderitaan, kematian dan kebangkitanNya. Bahkan kita dikehendaki untuk memiliki persekutuan dalam penderitaanNya (Filipi 3:10). Kepastian yang Tuhan Yesus lakukan menyatakan bahwa pertolongan Tuhan adalah pasti. Alasannya adalah karena Dia telah menjadi imam besar Agung, yang tidak sekedar mempersembahkan anak domba atau lembu jantan yang tak bercacat sebagai korban sebagaimana imam besar umumnya, tetapi diriNya sendiri yang dipersembahkan sebagai korban. Dia Tuhan, Juruselamat dan Pengantara kita maka bagi kita yang memahami kebenaranNya yang pasti akan menghadapi hidup ini dengan lebih "lebih enteng". Imam Besar Agung kita telah melewati semua langit dengan darah yang tertumpah. Masalahnya adalah kita masih "gamang" atau ragu terhadap Tuhan.

    Yang penting adalah kita berani menghadapi tahta kasih karunia dengan hati yang tulus ikhlas dan nurani yang benar (Ibrani 10:19). Ibadah dengan tekun yang berarti tanpa memperhitungkan waktu tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan itu pasti. Kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tidak bimbang akan apa yang dilakukan Yesus adalah untuk kita. Kaya jadi miskin supaya kita yang miskin supaya kita yang miskin jadi kaya, sehat jadi sakit supaya kita yang sakit disembuhkan, yang meratap diubah menjadi tari-tarian. Tuhan melihat hati kita bimbang atau beriman. Jadi kalau Tuhan melakukan dengan tujuan maka kita yang sudah diselamatkan juga harus punya tujuan. Jangan hidup asal-asalan. Tanpa tujuan tidak akan bertemu dengan tujuan Allah. Tujuan salah maka sikap hiduppun salah, bisa menghalalkan segala cara. Tujuan manusia baru adalah untuk tetap memahsyurkan namaNya. Imam Besar Agung tahu persis kelemahan kita, karena turut merasakan. Maksud Yesus sebagaimana Ibrani 2:18, adanya penderitaan atau pencobaan yang disebabkan karena dosa adalah supaya kita bertobat.

    Yesaya 30:18, saat Tuhan menolong kita. Ketika Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyayangi dan saat yang sama kita sedang kedapatan menanti-nantikan Tuhan maka saat itulah Tuhan menolong kita. Saat ini adalah saat dimana Tuhan menyayangi kita karena Dia sudah bangkit. Kita harus berani menghampiri tahta kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan pada waktunya. Jadi tidak diam tanpa melakukan apa-apa melainkan melangkah menghampiri Allah, sebab Dia sedang menantikan kita juga. Apalagi kalau kita baca dalam Yeremia 29:11, maka harus ada cara untuk bisa bertemunya rencana Tuhan dan rencana kita. Perbedaan rancangan itu bisa bertemu ketika kita rajin (tekun) datang beribadah, yang tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan sebagai bentuk menanti-nantikan Tuhan.
    Bertemunya perbedaan itu juga bisa bertemu ketika kita taat kepada firman seperti seorang anak kepada bapanya (Ibrani 5:8-9). Yang memprioritaskan kehendak Bapa di atas kehendaknya sendiri, bukan soal enak atau tidaknya keadaan. Taat bahkan pada saat menderita. Jadi waktu bertemunya rancangan dan pertolongan Tuhan bisa dipercepat. Taat yang lain adalah taat pada otoritas firman Allah yang berorientasi pada keinginan Tuhan bukan keinginan diri sendiri seperti bangsa Israel (Ibrani 3:16). Taat ada hubungannya dengan percaya, percaya kita buktikan dengan ketaatan (Ibrani 6:4-5). Seperti kejadian perkawinan di Kana, Yesus awalnya mengatakan belum waktunya, tetapi akhirnya terjadi juga mujizat, perwira di Kapernaum yang mengharap perkataan Yesus saja. Resep yang benar adalah taat melakukan (Ibrani 5:9). Taat yang ketiga adalah taat pada apa yang dipercayakan oleh Tuhan (Ibrani 5:4-5). Pembagian tugas yang sudah ditetapkan dalam pelayanan harus kita taati. Kalau ingin lebih meningkat harus lebih taat lagi. Jangan menyerobot bagian tugas yang dipercayakan kepada orang lain kecuali atas kehendak Tuhan. Jangan juga teledor atas tugas kita. Tugas kita sebagai imam harus kita laksanakan dengan baik yaitu mendoakan keluarga kita.

    Ibrani 4:11, berusahalah untuk mempercepat pertolongan Tuhan dengan cara-cara yang dikehendaki Tuhan. Amin.

Ringkasan Khotbah: Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Doa Malam - Kamis, 08 April 2010
Di GBI Diaspora Surabaya - Pondok Daud