SAKSI SEBAGAI ANAK ALLAH DI BUMI - BAGIAN 1
Oct 30 at 11:17am - admin
SAKSI SEBAGAI ANAK ALLAH DI BUMI - BAGIAN 1
1 Yoh 5:6-21
Dalam pelayanan saya di Belanda beberapa waktu yang lalu saya diajak ke
suatu tempat yang orang-orangnya memakai pakaian yang khas sehingga saya
bisa menebak dari bangsa mana mereka berasal. Dari pakaian yang
dikenakan kita bisa menebak seseorang berasal dari mana. Demikian juga
dunia akan tahu kita adalah anak-anak Allah dari pakaian kebenaran yang
kita pakai, perilaku kita sebagai anak-anak Kerajaan Allah. Dari
perkataan kita bisa memancarkan juga kesaksian sebagai anak Allah (Yoh
7). Tuhan mau kekristenan kita nampak jelas bagi dunia ini dalam segala
perilaku dan perkataan kita, jangan sekedar basa basi. Jangan terang
kita tersembunyi di tempat yang gelap, garam kita tidak dirasakan lagi
asinnya.
Kita ini sesungguhnya adalah orang-orang yang terhukum karena segala
dosa namun karena begitu besar kasihNya maka Ia mengaruniakan AnakNya
yang Tunggal. Tubuhnya dipecah-pecahkan bagi penebusan dosa kita dan
memiliki hidup kekal. Karena itu wajar kalau Tuhan mau kita menjadi
orang yang menyatakan kemuliaanNya. Kita ini ranting Yesus pokoknya dan
Bapa di Sorga adalah pengusahanya (Yoh 15), maka yang harus diuntungkan
adalah Bapa di sorga. Jadi, segala bentuk perbuatan dan perkataan baik
kita jangan diarahkan bagi kepentingan kemahsyuran kita, tetapi
kembalikan semua hormat kemuliaan dan keuntungan hanya bagi Allah Bapa
di Sorga. Allah tahu segala pekerjaan kita (Wahyu 3), jadi jangan ada
motivasi lain selain memuliakan Bapa pada waktu kita melayani.
Agar kehidupan Yesus mengejahwantah, bermanifestasi dalam kita atau
bukan nama kita yang dikenal ketika kita sedang menyatakan hidup maka
sesungguhnya kita harus menyadari bahwa inilah tujuan dari karya
penebusan Kristus. Ke arah inilah harus nyata kekristenan kita yang
bukan sekedar beribadah, melayani, atau datang ke gereja, melainkan ada
sesuatu kualitas hidup kristen yang kita persembahkan. Paling tidak,
bisa menyatakan sesuatu yang nyata dibuktikan di bumi sebagai anak-anak
Allah.
Untuk itu ada sesuatu yang kita kejar yaitu kesaksian tentang sorga
yaitu Bapa, Firman, dan Roh Kudus yang adalah satu adanya. Langit dan
bumi akan runtuh tetapi firman Allah tetap tinggal selamanya. Sementara
kesaksian di bumi adalah Roh, air, dan darah dan ketiganya adalah satu
yaitu Yesus. Dunia dengan sangat tegas menolak YESUS adalah TUHAN.
Jangan berlaku sembrono dalam hidup kita sebagai anak Allah, karena
sesungguhnya kita kemana-mana dan dalam keadaan apapun sedang dipimpin
oleh Roh Kudus sehingga kita bisa terus mengatakan bahwa Yesus adalah
TUHAN. Bukan sekedar hafalan kalau kita berdoa, tetapi oleh pimpinan Roh
sehingga selalu mengingatkan kita untuk berlaku seperti apa dan
menolong kita untuk berdoa (Yoh 14:6). Kekristenan bukan soal hidup di
awang-awang tetapi nyata di bumi ini sebagaimana Yesus yang berasal dari
sorga juga pernah mendarat secara nyata di bumi. Bersambung.
Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 02 Oktober 2011
GBI Diaspora Malang