BAHAGIA ORANG BENAR - BAGIAN 1

Oct 15 at 8:48am - admin
BAHAGIA ORANG BENAR - BAGIAN 1
Maz 112:1-10

Tuhan menghendaki setiap kita umat yang telah dibenarkan mengalami keadaan yang baik-baik. Bahkan keadaan baik-baik bukan hanya berlaku bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi anak cucunya di kemudian hari (ayat 2). Dan kalau Tuhan menghendaki maka pasti terjadi, hanya saja beberapa "orang benar" tidak dapat mengalaminya, untuk itulah Tuhan menyatakan caranya.

Kita memang bisa melakukan cara-cara seperti yang dunia lakukan demi mengalami nasib/keadaan baik-baik dengan menabung atau secara negatif melakukan korupsi. Tetapi setiap orang benar akan mengalami kebahagiaan kalau dalam hidupnya terus ada rasa takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan dinyatakan dengan percaya kita bahwa Tuhan itu ada. Sehingga sekalipun ada kesempatan (karena tidak dilihat orang) untuk berbuat dosa namun karena percaya Tuhan ada di setiap tempat dan waktu maka dosa itu tidak dilakukannya.

Takut akan Tuhan dinyatakan dengan tahu dan taat untuk melakukan perintahNya. Sebab kalau kita tahu dan tidak melakukannya itu sama dengan kita sedang menantang Tuhan. Orang yang seperti ini jangan harap doa-doanya dijawab atau ada perubahan di dalam kehidupannya.

Pengertian yang ketiga dari takut akan Tuhan adalah orang yang tahu akibat dari pelanggaran perintah Tuhan, sekalipun tidak ada orang yang mengingatkan. Kalau dalam PL Tuhan terus mengingatkan kepada umatNya. Namun dalam era kasih karunia sekarang ini Roh Kuduslah yang mengingatkannya. Dalam hal sekecil apapun pelanggaran kita harus tetap tahu akibat dari pelanggaran itu. Jangan membiasakan diri menjadi pelanggar aturan sebab itu akan menjadi budaya dan itu bukan budaya Kristen. Takutlah berbuat dosa, jangan takut perbuatan dosa diketahui orang lain.

Pengertian takut akan Tuhan berarti juga sadar akan tanggung jawab atas tugas yang diberikan kepada kita sebagai manusia yang sudah dipercaya untuk memberi pengaruh atau dampak yang baik, benar, dan positif. Kehadiran kita memberi dampak atau pengaruh bagi sekeliling kita. Demikian soal kehadiran beribadah jemaat akan dipengaruhi oleh kehadiran para hamba Tuhan yang dipercaya untuk menjadi teladan. Latihlah diri untuk bertanggung jawab akan tugas yang dipercayakan.

Dengan memiliki hubungan yang baik secara vertikal (kepada Tuhan) seperti salah satunya adalah takut akan Tuhan ini maka anak cucu kita akan perkasa di bumi, bahkan harta kekayaan ada di dalam rumah kita. Demikian juga kebajikan tetap untuk selama-lamanya. Suatu berkat yang luar biasa sedang menanti untuk dicurahkan kepada kita.

Bersambung.

Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 6 Oktober 2011
GBI Diaspora Surabaya - Pondok Daud
 
Artikel Mingguan