BAHAGIA ORANG BENAR - BAGIAN 2
Oct 23 at 8:09pm - admin
BAHAGIA ORANG BENAR - BAGIAN 2
Maz 112:1-10
Bagian kedua dari seorang benar yang berbahagia adalah mereka yang bukan
sekedar suka tetapi sangat suka kepada perintah Tuhan. Perintah memang
berarti firman tetapi di sini ditekankan kepada perintah yang berarti
siap untuk dipercaya. Tetapi kalau justru yang disukai adalah firman
yang berisi janji-janji saja, maka kita bukanlah seorang yang siap untuk
dipercaya. Jangan kita duduk dan kumpul dalam kelompok pencemooh
(Mazmur 1:1-2) artinya dipisahkan dari kebiasaan yang jahat.
Janji Tuhan pasti kepada mereka yang sangat suka kepada perintahNya,
yaitu harta dan kekayaan ada dalam rumahNya. Artinya tidak selalu ada
harta tersedia atau tersimpan di dalam rumah kita namun bisa saja harta
itu tersedia ketika ada kebutuhan dalam rumah tangga maka saat itu pula
Tuhan sediakan. Tuhan siap mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada.
Tentang mujizat sudah berlalu sering Tuhan menyatakannya. Saya ingin
mengajak kita membangun hubungan sebaik-baiknya dengan sangat suka
kepada perintah Tuhan. Inilah kemujuran atau berkat atau bahagia orang
yang mempunyai hubungan secara vertikal yaitu hubungan dengan Tuhan.
Tuhan baik, tetapi pernahkah kita mengalami kebaikan Tuhan. Tuhan itu
pengasih dan penyayang, mari kita menikmati dengan memiliki takut akan
Tuhan dan sangat suka dengan perintahNya.
Salib itu ada dua arah garis, ke atas dan ke samping, yang ke atas
mengartikan hubungan kita dengan Tuhan, sedangkan yang ke samping
hubungan kita dengan sesama. Hubungan kita dengan sesama harus baik,
saling menaruh belas kasihan, Belas kasihan bukan berarti orang kaya dan
miskin, bukan soal kaya kepada yang miskin, sekalipun memang itulah
yang biasanya terjadi. Tetapi soal kepedulian dan perhatian kepada
sesama.
Hubungan dengan sesama yang benar juga didasari suka memberi pinjaman.
Artinya tidak pernah menolak ketika ada seseorang perlu pinjaman, dengan
catatan memang ada untuk dipinjam. Namun bila ada sesuatu yang menjadi
milik kita dan ada orang yang membutuhkan, lalu kita mengatakan tidak
punya, hati-hati bisa saja terjadi dalam kita sesuai apa yang kita
harapkan. Namun perlu kita pertimbangkan juga nilai hubungan yang selama
ini terjalin baik dengan mereka ketika kita memberi pinjaman.
Kita juga diminta untuk melakukan segala urusan dengan sewajarnya, untuk
kita bisa menikmati kemuliaan Tuhan. Ayat 6-10, akibat dari hubungan
yang baik dengan sesama, kita menerima kebajikan yang kedua yang terjadi
sebagai ganjaran hubungan yang baik dengan sesama. Tidak merasa gelisah
sebaliknya merasa damai sejahtera sebagaimana dalam Yesaya 26:3.
Hubungan yang baik juga suka membagikan kepada yang miskin. Tanduknya
dibuat Tuhan meninggi dalam kemuliaan. Amin.
Ringkasan Khotbah : Pdt. Dr. M. Sudhi Dharma, M.Th
Kebaktian Umum 1 - Minggu, 6 Oktober 2011
GBI Diaspora Surabaya - Pondok Daud