10 CARA MENANAMKAN NILAI KEPADA ANAK-ANAK (1)

Apr 22 at 7:10pm - admin
10 CARA MENANAMKAN NILAI KEPADA ANAK-ANAK (1)
Serial Keluarga Bahagia

Dalam masyarakat yang dikendalikan konsumerisme dan nilai-nilai media yang tidak anda setujui, bagaimana anda dapat menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan anak-anak anda? Berikut adalah 10 gagasan yang dapat menolong anda:
1. Ceritakan Kisah Hidup Anda Dan Ajarkan Nilai Hidup Melalui Kisah Tersebut
Anak-anak senang mendengar cerita tentang masa kecil anda. Tenunan dalam beberapa dilema moral, dan anda punya peluang besar untuk mengajarkan nilai-nilai kepada mereka. Kisah hidup sangat efektif diceritakan pada saat tidur, ketika hanya ada sedikit gangguan. Mereka tertidur dengan kisah yang masih berputar-putar di kepala mereka.
2. Hidupi Kehidupan Anda Seturut Dengan Nilai-Nilai Yang Anda Ajarkan
Anak-anak belajar dengan meniru, terutama pada usia muda. Mereka sangat mahir dalam melihat keselarasan antara apa yang anda katakan dan apa yang anda lakukan. Jangan berikan sinyal yang membingungkan, ikuti nilai-nilai hidup anda setiap saat.
3. Tanamkan Nilai-Nilai Agama, Iman Dan Spiritualitas Anda
Tampaknya sangat penting untuk membiarkan anak anda tahu bahwa mereka tidak sendirian. Bimbing anak anda sejalan dengan iman dan kepercayaan anda yang akan menguatkan nilai hidup mereka, dan sebagai orangtua anda meletakkan pondasi bagi kehidupan mereka kelak.
4. Perhatikan Siapa Lagi Yang Mungkin Mengajarkan Nilai Kepada Anak Anda
Kenali guru, pelatih maupun teman-teman anak anda. Siapapun yang menghabiskan waktu dengan anda anda mungkin dapat mempengaruhi mereka. Kenali nilai dan kepercayaan mereka juga.
5. Tanyakan pertanyaan kepada anak yang dapat merangsang dialog mengenai nilai hidup
Memberitahu anak anda nilai seperti apa yang harus mereka miliki tidaklah terlalu efektif, terutama ketika anak beranjak dewasa. Tanyakan kepada mereka pertanyaan yang membuat mereka 'penasaran' yang akan diikuti dengan diskusi yang mengarah pada nilai. "Apa yang kamu pikirkan mengenai perkelahian itu?" akan menjadi jauh lebih efektif daripada anda mengatakan, "Dia seharusnya tidak memulai perkelahian itu!" (bersambung)
 
Artikel Mingguan