PESAN DARI PERJAMUAN MALAM TERAKHIR
Matius 13:24-30
Shalom, saya sangat percaya setiap pribadi diberkati dalam nama Tuhan
Yesus Kristus. Ada begitu banyak pesan Tuhan sebelum Tuhan ditangkap dan
mati di atas kayu salib. Khususnya Perjamuan Malam Terakhir atau The
Last Supper. Leonardo Da Vinci pada tahun 1499 juga melukiskan mengenai
Perjamuan Malam Terakhir yang menjadi buah bibir pada saat ini.
Ada 3 pesan utama yang boleh kita sama-sama simpan dalam hati kita dan renungkan dan kita lakukan kebenaran Firman Tuhan.
1. JANGAN ADA PERTENGKARAN
Lukas 22:24, Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
Ayat ini dimulai dengan
"Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus."
Dalam ayat-ayat berikutnya, Tuhan Yesus dalam pergumulan karena sebentar
lagi Dia akan ditangkap dan naik ke kayu salib. Dalam saat itu, saya
membayangkan pergumulan dalam hati Tuhan Yesus. Dia mengalami sesuatu
yang menakutkan. Dalam Taman Getsemani Dia berdoa,
"Ambillah cawan ini
dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang
terjadi." Alkitab katakan bahkan tetesan keringatNya seperti darah. Dia
mengalami suatu tekanan yang luar biasa. Dia akan menghadapi semua ini.
Saat Tuhan duduk bersama-sama dalam meja perjamuan makan malam terakhir,
ternyata murid-muridNya bertengkar ribut satu sama lain mengenai siapa
yang terbesar di antara mereka. Saya membayangkan, kalau saya menjadi
seperti Yesus saat itu, saya pasti merasa sedih, sementara saya bergumul
dan melihat apa yang akan saya hadapi beberapa jam ke depan, ternyata
orang-orang yang mendampingi selama 3,5 tahun, malah mencari siapa yang
terbesar.
Mungkin Petrus merasa paling besar karena menjadi ketua dari semua
murid-murid yang ada. Yohanes merasa paling besar karena dia yang pegang
duit.
Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan ada pertengkaran! Yesus akan datang
segera, Dia sedih kalau melihat gereja-gereja satu sama lain berantem,
hamba-hamba Tuhan berantem, semua mempersoalkan siapa yang paling besar,
siapa yang paling jago, siapa yang paling dipakai. Semua meributkan
sesuatu yang jasmani! Saya percaya waktu Tuhan lihat kita dalam kondisi
seperti itu. Tuhan pasti sedih, jangan ada pertengkaran! Suami isteri,
orang tua, anak-anak, teman-teman sesama, saudara seiman, maupun yang
bukan, jangan ada pertengkaran.
Dosa pertama adalah waktu Kain dan Habel, sampai akhirnya terjadi
pembunuhan Habel oleh Kain. Itu dosa karena pertengkaran. Menurut
penelitian ternyata kalau orang suka bertengkar itu menimbulkan 4 macam
penyakit: jantung, stroke, darah tinggi, dan stres berat
Kalau kita bertengkar, selesaikan sebelum matahari terbenam. Jadi kita
harus bikin beres. Kalau ada selisih paham, ganjelan, bikin beres
secepatnya. Jangan ditunda-tunda. Waktu kita tunda, iblis mulai masuk
dan kita mulai mikir macam-macam, jahat, mungkin seperti Kain dan Habel.
Sehingga Tuhan katakan, kalau ada perselisihan, bereskan sebelum
matahari terbenam.
Kalau saya berselisih dengan isteri saya, tentu sebagai keluarga kita
juga pasti ada gesekan-gesekan, kami membereskan segera dan kami
selesaikan dalam doa. Mari, setiap pertengkaran dan perselisihan itu
kita selesaikan dalam doa dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya semua
dipulihkan dan tidak ada celah iblis untuk masuk pada orang-orang
percaya.
Kenapa bertengkar? Orang tidak mau dinasehati sehingga Tuhan berikan sebuah perumpamaan dalam Matius 13:24-30.
Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, katanya:
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik
di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya
menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum
itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah
hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih
baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah
hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut
lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut
tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh
bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada
para penuai. Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas
untuk dibakar, kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
Saudara, Tuhan sendiri yang menabur kemudian tumbuh menjadi gandum, dan
ada yang menjadi lalang. Gandum itu makin lama makin berat makin tunduk.
Sedangkan lalang itu makin tumbuh makin naik bukannya makin tunduk, dia
terus naik ke atas. Ketika kelihatan ada lalang dan gandum, Tuhan
katakan agar jangan dicabut dulu, nanti waktu musimnya baru akan
dipisahkan. Ini berbicara mengenai dua orang Kristen. Yang satu Kristen
Gandum, satunya lagi Kristen lalang. Kristen lalang tidak mau dikasi
tahu, terus saja terabas ke atas. Mungkin pendeta sudah kasih nasihat,
jangan punya dua isteri, tapi ternyata dia menjawab "semau due mau
lakukan apa". Saya percaya jemaat di sini tidak ada yang seperti itu,
semua luar biasa baiknya. Amin!
Yang Kristen gandum adalah yang Kristen penurut. Ini juga gambaran dari
Tuhan Yesus Kristus. Apa bedanya gandum dan lalang? Gandum bisa jadi
berkat bagi banyak orang, dikumpulkan dalam lumbungnya Tuhan. Sedangkan
lalang setelah dicabut, dikumpulkan, dan akhirnya dibakar habis. Saudara
tentu pernah makan roti yang dibuat dari gandum. Gandum adalah gambaran
Yesus. Dia bagaikan gandum yang tumbuh di Getsemani, mati di kayu
salib, dan jadi berkat bagi banyak orang, bagi saudara dan saya.
FirmanNya berkata Aku adalah roti hidup. Setiap orang percaya harus
menjadi berkat bagi banyak jiwa, karena saudara-saudara adalah gandum
yang siap dituai masuk dalam lumbungnya Tuhan Yesus Kristus.
Jangan ada lagi pertengkaran. Ikuti nasihat Tuhan Yesus. Hidup ini singkat. Amin! Biarlah kita menikmati anugerah Tuhan.
Sekali waktu saya baca sebuah pamflet judulnya "
Tiga hal bodoh sebagai hal manusia":
-
Waktu kita muda (teenage) kita punya waktu punya tenaga, tapi tidak punya duit.
- Setelah dewasa muda, usia produktif, kita punya duit, punya tenaga, tapi tidak punya waktu.
- Nanti kalau sudah tua, sudah punya duit, punya waktu, tapi tidak punya tenaga.
Karena itu nikmati hidup bersama Tuhan Yesus Kristus! Jangan bertengkar,
karena itu mendukakan hati Tuhan. Tuhan segera datang menjemput kita!
2. JANGAN ADA ROH YUDAS ISKARIOT
Yoh 13:31, Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia".
Perhatikan ayat pertama dalam ayat ini adalah "Sesudah Yudas pergi"!
Kalau ingat Yudas Iskariot, ada 3 hal utama dari Yudas Iskariot:
Orang yang berkhianat
Dalam kamus, arti berkhianat adalah tidak setia. Ingkar janji. Apakah
hari ini saudara menjadi pasangan yang setia, atau ingkar janji dengan
pasangan hidup saudara. Jangan katakan pada Tuhan, "Saya mengasihi
Engkau, tidak pernah meninggalkan Engkau", padahal dengan pasangan hidup
saja kita tidak setia, berkhianat. Dengan yang kelihatan saja kita
tidak setia, ingkar janji, bagaimana dengan yang tidak kelihatan? Mari
koreksi diri kita.
Kalau ada orang yang menikah di hadapan Tuhan. Dalam pernikahan, kalau
bisa nanti janji nikahnya dibuat plakat, dikasih frame, tempel di kamar
tidur, baca. Kalau ada sesuatu baca kembali dan ingat pada
tanggal-bulan-tahun sekian, ingat kembali bagaimana janji itu
dinyatakan. Kita diingatkan kembali akan janji ini.
Tidak bertobat
Firman Tuhan katakan Yudas Iskariot itu menyesal. Menyesal dan bertobat
itu berbeda. Kalau menyesal dimulai dari hati, "Ya saya menyesal", dan
harus dilanjutkan langkah nyata yang harus dilakukan yaitu bertobat.
Yudas Iskariot hanya sekedar menyesal, tapi tidak bertobat, akhirnya dia
bunuh diri.
Anak bungsu yang hilang juga menyesal, tapi lalu dia bangkit dan pulang
ke rumah Bapanya. Saudara, jangan hanya menyesal tapi harus bertobat!
Metanoia, ubah perjalanan kita. Kalau kita di perjalanan ditegor Tuhan,
bertobat, memutar 180 derajat kembali ke jalan Tuhan.
Serakah
Yudas Iskariot adalah orang yang serakah, tamak. Akar segala kejahatan
adalah cinta uang. Dibalik pun sama saja. Cinta uang adalah akar segala
kejahatan. Tamak!
Saya percaya saudara adalah jemaat yang diberkati dan memberkati. Banyak
orang makin kaya makin pelit. Tapi jemaat Tuhan yang dewasa, bukan
makin kaya makin pelit, tapi makin diberkati makin memberkati.
Saudara, siapa yang hidupnya mau memuliakan Tuhan? Saudara harus usir
Roh Yudas Iskariot, yaitu keserakahan, khianat, dan tidak mau bertobat.
Usir dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Jangan ada dalam diri setiap
pribadi, supaya kita dipermuliakan dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.
3. MENGASIHI SEORANG AKAN YANG LAIN
Yoh 15:17, "Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Perintah Tuhan, kasihilah seorang akan yang lain.
Satu hari, ada seorang wanita keluar dari rumahnya, melihat ada tiga
orang asing, bapak-bapak yang sudah tua sedang dalam perjalanan yang
jauh. Dia menyapa mereka dan mengundang mereka masuk ke rumahnya untuk
diberi makanan dan minuman. Salah satu Bapak itu menjawab, "Ibu tidak
bisa mengundang kami bersama-sama, Ibu harus pilih salah satu dari kami
bertiga." Nama Bapak yang pertama adalah sukses, kedua Rejeki, dan
ketiga adalah Kasih. "Ibu boleh pilih yang mana yang masuk ke rumah
ibu." Ibu itu berunding dengan suaminya, "Kita mau undang yang mana?"
Suaminya bilang, "Kita undang sukses saja, biar pekerjaan kita sukses,
apapun sukses semuanya." Si Ibu tidak setuju, "Lebih baik kita undang
saja Rejeki, supaya apa yang saya kerjakan dapat rejeki semua." Anaknya
melihat perdebatan kedua orang tuanya dan berkata, "Kalau begitu kita
undang saja kasih." Akhirnya ketiganya sepakat untuk mengundang Kasih.
Si Ibu pergi keluar dan mengundang Kasih untuk masuk ke rumah itu. Dan
ketika kasih masuk, kedua temannya Sukses dan Rejeki juga ikut masuk.
Ternyata, ketika ibu itu mengundang Kasih, maka Sukses dan Rejeki juga
mengikuti.
Kita akan merenungkan beberapa minggu ke depan, karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh 3:16).
Waktu saudara memiliki kasih, seperti yang Tuhan contohkan, maka ada berkat dan keberhasilan Tuhan mengikuti kita.
1 Kor 13:13,
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan
dan kasih, dan yang paling besar di antaranya adalah kasih.
Siapkan hidup kita, mari kita ingat kembali akan kasih Tuhan.