Pertolongan Tuhan

Jan 20 at 8:07pm - admin
Pertolongan Tuhan
Tahun Kemuliaan

PERTOLONGAN TUHAN
Hanya Engkau yang patut ditinggikan, dipuji, dimuliakan, Raja di atas segala raja, Yesus Kristus namaNya. Terima kasih Bapa, Engkau hadir di tengah-tengah kami memberkati setiap umat-umatMu yang kudus, Tuhan. Kami percaya dengan sungguh Tuhan, terobosan-terobosan boleh terjadi dalam pribadi lepas pribadi, yang mengalami sakit penyakit disembuhkan dalam nama Yesus Kristus, benteng-benteng, pintu-pintu yang tertutup dihancurkan dalam kuasa darah Yesus. Terima kasih Bapa, kami bersyukur perbuatan-perbuatanMu ajaib terjadi dahulu, sekarang, sampai dengan selama-lamanya. Terima kasih Tuhan, terima kasih.

Masuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya!

Terima kasih Tuhan, tidak henti-hentinya kami menaikkan ucapan syukur karena Engkau Allah yang sungguh mengasihi kami. Berkati kami semua dalam firmanMu yang kudus, berkati kami pada pagi hari ini, kami butuh akan pesan-pesan Tuhan. Berbicaralah kepada kami. Terima kasih Bapa, Engkau sungguh baik. Mari kita bersama-sama merenungkan kebaikan Tuhan, kita merenungkan apa yang sudah Dia lakukan sepanjang minggu-minggu ini, sampai kita boleh masuk di dalam hari Minggu pagi ini. Apa yang sudah Dia lakukan dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, mari kita sama-sama merenungkan apa yang sudah Dia lakukan, kita mengingat-ngingat kebaikan Dia. Terima kasih Tuhan, terima kasih. Kami melihat pertolonganMu, kami merasakan kasihMu terus menyertai kami, sekalipun kami dalam lembah kekelaman. Engkau tetap bersama-sama dengan kami. Pergumulan-pergumulan yang kami hadapi pada hari-hari yang lalu. Kami melihat tangan kuasaMu menyertai kami. Terima kasih, terima kasih Tuhan. Berbicaralah pada kami pada pagi hari ini, kami mau buka hati kami untuk mendengarkan pesan Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Haleluya, Amin.

Mazmur 121:1-8, perikopnya Tuhan Penjaga Israel, nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Saudara yang dikasihi TUhan, ada satu hal yang TUhan perintahkan bagi orang-orang Yahudi yang ditulis dari Kitab Keluaran. Bagaimana setiap orang Yahudi terutama laki-laki, tiga kali dalam waktu satu tahun harus menuju ke Bait Tuhan.

Dan pada waktu dulu, Bait Allah itu ada di kota Yerusalem. Mereka paling tidak satu tahun tiga kali harus naik ke bukit Tuhan, naik ke Bukit Sion untuk bertemu dengan Tuhan di sana. Pada hari-hari raya tertentu, mereka menuju ke sana. Pada waktu mereka naik ke kota Yerusalem, tingginya 800 meter dari permukaan laut sehingga suatu kota yang ada di satu bukit. Nanti kalau saudara ikut bersama-sama dengan saya pada tanggal 13 Oktober 2009, dua hari yang akan datang, kita sama-sama pergi ke Yerusalem, kita akan naik ke kota Yerusalem, satu kota yang indah luar biasa. Dan setiap kali kita ada di sana, rasanya ingin untuk kembali lagi pergi ke sana. Daerah ini cukup tinggi, kalau di sini kurang lebih seperti di puncak yang 1000 meter dari permukaan laut.

Mereka naik dari daerah sekitar kota Yerusalem ke atas sambil membawa korban-korban persembahan, domba, lembu, bermacam-macam. Korban yang harus dibawa adalah korban-korban yang tidak bercacat cela. Pada waktu dulu tentu tidak seperti sekarang ada jalan-jalan yang indah yang enak dilalui, dulu jalan-jalannya berbatu-batu, bukit-bukit terjal menghadang mereka pada waktu naik ke kota Yerusalem. Pada waktu sambil naik, mereka menyanyikan nyanyian ziarah. Mazmur artinya adalah mizmor yang artinya nyanyian puji-pujian pada waktu suka dan duka. Mereka menyanyikan nyanyian-nyanyian ziarah, pujian-pujian untuk Tuhan. Nyanyian zaiarah itu dimulai dari Mazmur 120 sampai Mazmuw 134. Ada 15 Mazmur yang dinaikkan sepanjang mereka naik ke kota Yerusalem. Empat nyanyian ziarah ditulis oleh Raja Daud (122, 124, 131, 133), satu oleh Salomo (127), dan sepuluh lagi oleh orang yang tidak dikenal.

Mazmur 121:1-2
Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Tentu waktu mereka naik ke Bukit Sion, tentu berat, membawa domba-lembunya, mereka berjalan tertatih-tatih, suatu perjalanan yang cukup berat. Waktu mereka ada di tengah perjalanan, mereka melepaskan pandangannya ke sekita gunung-gunung yang ada. Daerah Israel banyak gunung-gunung. Mungkin mereka mengalami pergumulan di daerah mereka masing-masing, mereka mau bawa masalah-masalah yang ada menuju ke Bait Tuhan, mereka bersukacita menaikkan nyanyian ziarah, karena mereka tahu bahwa sebentar lagi akan bertemu dengan Tuhan, mereka tahu ada jawaban-jawaban di dalam pergumulan-pergumulan mereka, bahwa hanyalah di dalam Tuhan, pada waktu mereka bertemu Tuhan, itu ada pertolongan untuk mereka. Bukankah ini adalah gambaran dari perjalanan orang-orang percaya, orang-orang Kristen, saudara, dan saya? Di mana Tuhan sebenarnya mau kita melakukan seperti yang mereka lakukan.

Ada 3 hal yang mereka lakukan yang tersirat daripada ayat-ayat tadi:
1. Hidup kekristenan kita harus lebih tinggi lagi.
2. Fokus kepada Tuhan.
3. Pertolongan hanya dari Tuhan.

Bersambung minggu depan!
 
Artikel Mingguan