Bersama Melayani Mendatangkan Kemuliaan Tuhan

Feb 25 at 6:54am - admin
Bersama Melayani Mendatangkan Kemuliaan Tuhan
Mazmur 133:1-3

Waktu kita melihat tema judul diatas: "Bersama Melayani mendatangkan Kemuliaan Tuhan", seringkali yang ada dalam pikiran kita tentang kata "melayani", adalah urusan pendeta, hamba Tuhan, diaken, pengerja, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan gereja. Kita berpikir bahwa melayani itu hanya ada di tempat yang namanya Gereja.

Kita harus mempunyai pengertian yang benar tentang melayani. Sebab pelayanan itu tidak hanya dilakukan di dalam gereja. Tetapi di manapun kita berada, baik itu dalam rumah tangga, sebagai suami dan isteri, sebagai orang tua dan anak-anak, di tempat pekerjaan, sebagai karyawan dan bos, itu berarti juga melayani. Sebagai suami isteri kita saling melayani, sebagai orang tua dan anak, kita juga saling melayani, sebagai bos dan karyawan, juga saling melayani. jadi apapun tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, itu artinya kita melayani. Dan jika kita menghendaki pelayanan kita, baik itu di gereja, di rumah tangga, di pekerjaan, di dunia usaha, mengalami berkat dan kesuksesan, maka ada satu kata kunci, yaitu BERSATU. Dalam kitab Mazmur 133:1-3 dikatakan, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya."

Bersatu menjadi kata kunci keberhasilan dalam setiap aspek kehidupan kita. Kesatuan hati merupakan satu kunci keberhasilan dalam apapun yang kita lakukan. Pemazmur katakan "alangkah indahnya kalau kita itu bersatu, hidup di dalam kerukunan" sebab seperti minyak urapan yang dituang di atas kepala Harun, yang meleleh sampai ke wajahnya, dan sampai ke janggutnya. Ini berbicara tentang makna persatuan dan kerukunan yang digambarkan oleh Daud. Minyak urapan dikatakan di dalam Keluaran 30:23, dibuat dari campuran minyak zaitun, rempah-rempah dan wangi-wangian yang luar biasa, dengan harga yang mahal, yang dituang di atas kepala Harun, imam besar yang pertama. Dari sini kita belajar bahwa kesatuan berbicara mengenai:
  1. Sesuatu yang berharga.
  2. Minyak urapan yang terdiri dari campuran minyak zaitun dan rempah-rempah itu baunya sangat harum.
  3. Minyak urapan yang dituang di atas kepala Harun itu akan mengalir turun.

SESUATU YANG BERHARGA
Minyak urapan harganya sangat mahal (precious oil). Jadi kesatuan itu sungguh berharga, bahkan sangat mahal harganya. Iblis tabu kalau umat-umat Tuhan bersatu, ini jadi kekuatan yang luar biasa. Dalam Matius 18:18-20, dikatakan "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Iblis tahu betul ayat ini, sementara kebalikannya orang Kristen tidak mengerti akan ayat ini. Banyak dari kita tidak mengerti bahwa ada sesuatu hal yang berharga yang harus kita lakukan. Dan ini iblis tahu, dia tahu kalau satu keluarga Kristen, kelompok orang-orang percaya, kelompok hamba-hamba Tuhan, gereja Tuhan bersatu, mereka akan punya satu kuasa yang begitu besar. Kata "sepakat" dalam bahasa Yunani ditulis sumponeo, asal kata simfoni. Simfoni di dalam musik berbicara tentang harmonisasi, artinya penggabungan keberagaman alat musik yang berbeda tetapi mengeluarkan nada yang sama, sehingga menghasilkan suara yang indah didengar.

Kesehatian di dalam kesatuan itu begitu penting, sebab tidak semua kita mempunyai pendapat, pemikiran dan ide yang sama. Tetapi jika hal itu dilakukan didalam kesepakatan bersama maka akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Sebab di dalam ayat 19 dikatakan "sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga." Tentunya suatu permintaan yang sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Waktu kita sepakat minta, maka pergumulan apapun yang kita alami, pasti kita dimampukan oleh Tuhan untuk menyelesaikannya. Tuhan mau kita sama-sama bersatu. Mari kesatuan dimulai dari keluarga kita lebih lulu. Lalu kemudian menyebar ke tempat lain, ke dalam gereja, usaha, pekerjaan, sekolah dan apapun itu, tempat dimana kita melayani, pasti akan mengalami keberhasilan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

MINYAK URAPAN YANG TERDIRI DARI CAMPURAN MINYAK ZAITUN DAN REMPAH- REMPAH ITU BAUNYA SANGAT HARUM
Waktu dituang di atas kepala imam menurut kebiasaan orang Yahudi, minyak itu cukup banyak dituang dari atas kepala, sehingga bau semerbak akan kemana-mana. Jadi kesatuan berbicara tentang keharuman, artinya kesatuan itu akan membawa harum semerbak bagi sekeliling. Tuhan Yesus sendiri di dalam Yohanes 17:21-23 berkata, "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, sama seperti Engkau mengasihi Aku."

Ada seorang ibu yang tidak mau diajak ke gereja, karena melihat tetangganya yang sangat rajin ke gereja, tetapi tidak menjadi berkat bagi lingkungannya, bahkan seringkali kedapatan sedang bertengkar hebat antara suami dengan isteri. Sering kali kita sebagai anak-anak Tuhan tidak menunjukkan keteladanan Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak membawa bau harum buat Tuhan. Kita harus bersatu dan membawa keharuman itu, supaya dunia tahu, bahwa Tuhan mengasihi semua umat manusia. Setiap kita mempunyai dua sisi kehidupan, yakni jasmani dan rohani. Waktu kita hanya memberi makan bagian hidup kita yang jasmani, maka kehidupan daging kita yang keluar. Dan jika daging kita ini yang kita beri makan terus, maka lama kelamaan kehidupan kerohanian kita menjadi mati. Demikian pula sebaliknya, jika kita membiasakan untuk memberi makan kerohanian kita, dengan berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, membaca firman Tuhan dan melakukannya maka kerohanian kita akan terus bertumbuh, dan kedagingan kita dimatikan, kita tidak lagi hidup dalam daging tetapi hidup dalam roh dan dikuasai oleh Roh Allah. Di manapun saudara berada, baik itu pada saat kita berada di mobil, kita mendengarkan firman Tuhan lewat kaset-kaset kotbah, kita memuji dan menyembah Tuhan sambil berkendaraan, kita menonton acara rohani yang membangun kerohanian kita, itu artinya kita sedang memberi makan rohani kita. Maka lama kelamaan, perkara-perkara daging, perkara-perkara dunia dalam hidup kita makan lama semakin kecil, sehingga kita hanya memikirkan perkara-perkara yang di atas, Yang dari sorga. Dan kita pun menjadi keharuman buat Tuhan, menjadi teladan buat banyak jiwa, dan menjadi berkat buat banyak orang.

MINYAK URAPAN YANG DITUANG DI ATAS KEPALA HARUN ITU AKAN MENGALIR TURUN
Ini berbicara tentang pengaliran berkat-berkat yang berkelimpahan. Mazmur 133:3 dikatakan, "Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung¬gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." Kalau kita ada dalam kesatuan, ada daiam kesepakatan, maka kita tidak usah mengejar berkat, tetapi Tuhan sendiri yang akan memerintahkan berkat itu pergi ke atas kita. Kalau kita berbicara tentang gunung Hermon, gunung ini memiliki ketinggian 2800m, yang puncaknya terdapat salju abadi. Apabila di daerah Israel terjadi kekeringan, maka es ini akan mencair dan mengalir ke daerah-daerah yang ada di Israel. Itu artinya ada berkat yang terus menerus Tuhan perintahkan atas kita jika kita hidup dalam kesatuan dan kerukunan.

Tetapi kenapa masih banyak orang atau keluarga Kristen yang tidak mengalami kesatuan dalam kehidupan keluarganya, sehingga berkat itu tidak tercurah penuh? jawabannya ada di daiam Mazmur 86:11, "Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan namaMu". Pemazmur Daud yang sedang depresi, berdoa kepada Tuhan "bulatkan hatiku" Pada saat itu hati Daud terpecah-pecah, terbagi-bagi.

Itu sebabnya mengapa banyak orang Kristen yang tidak bisa bersatu, baik suami dan isteri, orang tua dan anak, karena hatinya masih terpecah¬pecah, tercabik-cabik. Bagaimana dia bersatu dengan orang lain, sementara bersatu dengan dirinya sendiri saja dia tidak bisa. Oleh karena itu perlu membereskan hati kita, mungkin itu kekecewaan, sakit hati, dan sebagainya. Kita harus bisa menerima dulu keadaan yang ada pada kita. Karena sebelum kita beres, maka kita akan mengalami kesulitan untuk bersatu hati dengan orang lain. Tuhan inginkan kita berdamai lebih dulu dengan hidup kita sendiri, kita bereskan hati kita lebih dulu. Mulai dari ini semuanya, maka kita boleh punya persatuan, kita boleh punya persekutuan yang indah dengan sesama manusia. Dan kita akan melihat hasilnya bagaimana Tuhan memerintahkan berkat itu dicurahkan atas kita semuanya.