KEMUNAFIKAN (2)

Sep 16 at 10:58pm - admin
KEMUNAFIKAN (2)
Mat 23:1-36

Kemunafikan adalah suatu dosa yang tidak disadari, bahkan seringkali kemunafikan kita anggap sebagai "sesuatu yang baik", sebagai suatu hikmat.

Banyak orang berpikir kemunafikan identik dengan hikmat dan lawan kata dari munafik adalah fanatik.

Ingat, fanatik bukanlah lawan kata dari munafik, karena fanatik artinya bahwa saya tahu kebenaran dan kebenaran itu saya pegang teguh. Agama selalu membawa kefanatikan tetapi agama tidak harus menyerang orang lain. Jadi, lawan kata fanatik yang sebenarny adalah main-main.

Sebagai orang percaya, sekali ikut Tuhan, kita harus jalani hidup ini sesuai kebenaran firman Tuhan, tidak perlu tahu orang mau terima atau tidak, kebenaran harus kita ikuti dimanapun kita berada.

HAL-HAL TENTANG KEMUNAFIKAN
1. Senang dipuji, tanpa kualitas hidup yang layak (ayat 1-3).
Pujian adalah kualitas hidup. Pada dasarnya setiap orang butuh dipuji. Pujian bukanlah permohonan, sehingga kita tidak bisa meminta orang lain untuk memuji kita. orang yang hidup benar adalah orang yang hidup dipuji karena kualitas hidupnya membuat dirinya berada dalam posisi itu.

Dalam sebuah organisasi atau pelayanan, kita harus mengakui bahwa satu kritik jauh lebih baik daripada seribu pujian, karena seribu pujian hanya akan membuat kita berpikir bahwa kita yang terbaik dan orang lain salah semua, tetapi kritik mengingatkan kita bahwa kita harus berubah.

Dalam sebuah keluarga, satu pujian jauh lebih baik daripada seribu kritik, karena pujian akan membuat seorang anak merasa diperhatikan oleh orangtuanya, akan membuat seorang isteri merasakan kasih sayang suaminya.

2. Menasehati namun tidak mengerjakan (ayat 4).
Yesus berkata bahwa orang yang mengajar, kepadanya akan dituntut lebih banyak.

Kalau orang sudah mengetahui kebenaran, maka kepadanya akan dituntut lebih dibandingkan dengan orang yang tidak mengetahui kebenaran.

Persoalan dengan orang yang munafik, mereka adalah orang yang tahu dan suka menasehati tetapi tidak mengerjakannya. Itu sebabnya orang munafik lebih banyak di gereja daripada di penjara.

3. Mengerjakan segalanya agar dilihat orang (ayat 5-12).
Kemunafikan berkawan baik dengan kesombongan. Orang munafik biasanya sombong dan orang sombong biasanya munafik. Itu sebabnya bagi orang munafik yang penting bukanlah apa yang ia kerjakan tetapi siapa yang memperhatikannya.

Yesus berkata, barangsiapa mau meninggikan diri maka ia akan direndahkan, tetapi barangsiapa mau merendahkan diri maka ia akan ditinggikan.

Alkitab berkara kalau kamu berbuah baik dan orang sudah memperhatikannya, di mana upahmu, tetapi kalau kamu berbuat sesuatu dan tidak ada orang yang memperhatikan maka Bapa yang di sorga akan membalasnya.

Oleh sebab itu, jika kita mengerjakan sesuatu, kerjakanlah dengan tulus, bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan, dan jangan pernah mengharapkan balas jasa karena Bapa sendiri yang akan membalasnya berlipat kali ganda dan kita pun akan semakin kuat.

4. Menutup pintu buat orang lain, karena ia sendiri tidak masuk (ayat 13).
Hati-hati dengan kemunafikan, karena kemunafikan bukan hanya membawa saya tidak bisa masuk sorga tetapi juga membuat orang lain di sekitar kita berdosa karena hal itu.

Karena orang munafik akan selalu membawa kekecewaan bagi orang lain. Kekecewaan yang paling berat adalah ketika kita melihat orang yang melayani Tuhan tetapi hidupnya tidak benar. Banyak orang bisa mundur dan meninggalkan Tuhan hanya karena melihat orang yang melayani Tuhan ternyata munafik.

Oleh sebab itu, jika kita terlibat dalam pelayanan, lakukanlah dengan ketulusan.

5. Mengelabui orang dengan hal-hal rohani (ayat 14).
Banyak orang menipu dengan nama Tuhan karena itu akan lebih sukses, mereka lupa bahwa Tuhan bukanlah Tuhan yang mati tetapi Tuhan yang hidup.

Tahun-tahun terakhir ini adalah tahun-tahun dimana kemunafikan semakin tinggi. Tidak pernah kita melihat kemunafikan sebegitu banyak seperti pada zaman dimana kita hidup saat ini. Ingat, yang paling dibenci oleh Yesus selama hidup di dunia ini adalah kemunafikan. Jadilah orang yang tulus dan dekat pada Yesus. Terima orang lain apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

6. Mentobatkan orang dengan "kekuatan sendiri" (ayat 15).
Allah mempunyai rencana agar melalui hidup kita banyak orang diselamatkan. Allah bisa saja berkata langsung dari sorga kepada manusia: "bertobatlah", tetapi Allah tidak akan melakukan itu karena Dia sangat mencintai kita dan Dia ingin kita yang melakukannya. Allah percayakan semuanya kepada kita karena Dia menghargai kita dan selalu merancangkan yang terbaik buat kita. Meskipun Dia tahu bahwa kita bisa saja gagal, tetapi Dia tetap memakai kita dan ada satu yang tidak Dia inginkan yaitu jika kita melakukannya dengan kekuatan sendiri. Yang bisa merubah hati dan membuat seseorang bertobat hanyalah Tuhan. Tuhan tidak membutuhkan kemampuan kita, yang Tuhan butuhkan hanyalah kesiapan hati dan kerendahan hati kita untuk menjadi channel/bejana dan airnya berasal dari Tuhan. Sebagai bejana kita harus hidup suci sehingga kita bisa menyalurkan air itu kepada setiap orang.

7. Memutar balikkan firman demi kepentingan sendiri (ayat 16-24).
Firman harus menjadi cermin dimana kita berkaca. Let the Bible says from itself.

Jangan gunakan firman untuk melindungi perbuatan kita atau membenarkan pandangan kita sendiri, misalnya melakukan perzinahan karena Daudpun pernah berzinah, Salomo memiliki banyak isteri.

8. Hanya berpikir soal luar tanpa membersihkan dalamnya (ayat 25-28)
Yesus menggunakan 2 contoh:
  • cawan dan pinggan (piring dan gelas), luarnya dibersihkan tetapi dalamnya dibiarkan kotor.
  • kuburan, luarnya bersih dan putih, tetapi dalam penuh dengan tulang belulang.

Kebiasaan orang munafik selalu berpikir tentang luar tanpa membersihkan dalam, itu sebabnya, bicaranya selalu manis.

Yesus meminta kita untuk membersihkan bagian dalam kita sebab bagian dalam berbicara tentang:
  1. motivasi.
  2. kesucian, artinya yang dari dalam mempengaruhi yang dari luar kalau iman kuat, hati bersih maka otomatis hidup kitapun lurus.
  3. iman.

9. Menghambat pekerjaan Tuhan (ayat 29-32).
Orang-orang yang hatinya tulus, selalu ingin melihat pekerjaan Tuhan maju. Orang-orang munafik, senangnya mengkritik pekerjaan Tuhan tanpa mau terlibat di dalamnya.

10. Akan menanggung akibatnya (aya 33-36).
Untuk sementara, orang munafik sepertinya hidup dalam "kemenangan" karena bisa lari dari berbagai persoalan, tetapi ingat, mereka akan menanggung akibatnya. Kemunafikan akan menghancurkan hidup dan keluarganya.

DAMPAK KEMUNAFIKAN
1. Kehidupan pribadi kita
a. Akan dijauhi.
b. Segala sesuatunya hanya sementara.

2. Keluarga
a. Kehilangan damai.
b. Kecurigaan.

3. Pelayanan
a. Menjadi batu sandungan.
b. Ujian dari Tuhan.

4. Hubungan dengan Tuhan
a. Allah benci orang munafik.
b. Mereka tidak dapat menikmati.

Yesus mengingatkan pada ayat 12: "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan." (GLM - Habis).
 
Artikel Mingguan