KEMUNAFIKAN (2)
Mat 23:1-36
Kemunafikan adalah suatu dosa yang tidak disadari, bahkan seringkali
kemunafikan kita anggap sebagai "
sesuatu yang baik", sebagai suatu
hikmat.
Banyak orang berpikir kemunafikan identik dengan hikmat dan lawan kata dari munafik adalah fanatik.
Ingat, fanatik bukanlah lawan kata dari munafik, karena fanatik artinya
bahwa saya tahu kebenaran dan kebenaran itu saya pegang teguh. Agama
selalu membawa kefanatikan tetapi agama tidak harus menyerang orang
lain. Jadi, lawan kata fanatik yang sebenarny adalah main-main.
Sebagai orang percaya, sekali ikut Tuhan, kita harus jalani hidup ini
sesuai kebenaran firman Tuhan, tidak perlu tahu orang mau terima atau
tidak, kebenaran harus kita ikuti dimanapun kita berada.
HAL-HAL TENTANG KEMUNAFIKAN
1. Senang dipuji, tanpa kualitas hidup yang layak (ayat 1-3).
Pujian adalah kualitas hidup. Pada dasarnya setiap orang butuh dipuji.
Pujian bukanlah permohonan, sehingga kita tidak bisa meminta orang lain
untuk memuji kita. orang yang hidup benar adalah orang yang hidup dipuji
karena kualitas hidupnya membuat dirinya berada dalam posisi itu.
Dalam sebuah organisasi atau pelayanan, kita harus mengakui bahwa satu
kritik jauh lebih baik daripada seribu pujian, karena seribu pujian
hanya akan membuat kita berpikir bahwa kita yang terbaik dan orang lain
salah semua, tetapi kritik mengingatkan kita bahwa kita harus berubah.
Dalam sebuah keluarga, satu pujian jauh lebih baik daripada seribu
kritik, karena pujian akan membuat seorang anak merasa diperhatikan oleh
orangtuanya, akan membuat seorang isteri merasakan kasih sayang
suaminya.
2. Menasehati namun tidak mengerjakan (ayat 4).
Yesus berkata bahwa orang yang mengajar, kepadanya akan dituntut lebih banyak.
Kalau orang sudah mengetahui kebenaran, maka kepadanya akan dituntut
lebih dibandingkan dengan orang yang tidak mengetahui kebenaran.
Persoalan dengan orang yang munafik, mereka adalah orang yang tahu dan
suka menasehati tetapi tidak mengerjakannya. Itu sebabnya orang munafik
lebih banyak di gereja daripada di penjara.
3. Mengerjakan segalanya agar dilihat orang (ayat 5-12).
Kemunafikan berkawan baik dengan kesombongan. Orang munafik biasanya
sombong dan orang sombong biasanya munafik. Itu sebabnya bagi orang
munafik yang penting bukanlah apa yang ia kerjakan tetapi siapa yang
memperhatikannya.
Yesus berkata, barangsiapa mau meninggikan diri maka ia akan
direndahkan, tetapi barangsiapa mau merendahkan diri maka ia akan
ditinggikan.
Alkitab berkara kalau kamu berbuah baik dan orang sudah
memperhatikannya, di mana upahmu, tetapi kalau kamu berbuat sesuatu dan
tidak ada orang yang memperhatikan maka Bapa yang di sorga akan
membalasnya.
Oleh sebab itu, jika kita mengerjakan sesuatu, kerjakanlah dengan tulus,
bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan, dan jangan pernah mengharapkan
balas jasa karena Bapa sendiri yang akan membalasnya berlipat kali ganda
dan kita pun akan semakin kuat.
4. Menutup pintu buat orang lain, karena ia sendiri tidak masuk (ayat 13).
Hati-hati dengan kemunafikan, karena kemunafikan bukan hanya membawa
saya tidak bisa masuk sorga tetapi juga membuat orang lain di sekitar
kita berdosa karena hal itu.
Karena orang munafik akan selalu membawa kekecewaan bagi orang lain.
Kekecewaan yang paling berat adalah ketika kita melihat orang yang
melayani Tuhan tetapi hidupnya tidak benar. Banyak orang bisa mundur dan
meninggalkan Tuhan hanya karena melihat orang yang melayani Tuhan
ternyata munafik.
Oleh sebab itu, jika kita terlibat dalam pelayanan, lakukanlah dengan ketulusan.
5. Mengelabui orang dengan hal-hal rohani (ayat 14).
Banyak orang menipu dengan nama Tuhan karena itu akan lebih sukses,
mereka lupa bahwa Tuhan bukanlah Tuhan yang mati tetapi Tuhan yang
hidup.
Tahun-tahun terakhir ini adalah tahun-tahun dimana kemunafikan semakin
tinggi. Tidak pernah kita melihat kemunafikan sebegitu banyak seperti
pada zaman dimana kita hidup saat ini. Ingat, yang paling dibenci oleh
Yesus selama hidup di dunia ini adalah kemunafikan. Jadilah orang yang
tulus dan dekat pada Yesus. Terima orang lain apa adanya dengan segala
kelebihan dan kekurangannya.
6. Mentobatkan orang dengan "kekuatan sendiri" (ayat 15).
Allah mempunyai rencana agar melalui hidup kita banyak orang
diselamatkan. Allah bisa saja berkata langsung dari sorga kepada
manusia: "bertobatlah", tetapi Allah tidak akan melakukan itu karena Dia
sangat mencintai kita dan Dia ingin kita yang melakukannya. Allah
percayakan semuanya kepada kita karena Dia menghargai kita dan selalu
merancangkan yang terbaik buat kita. Meskipun Dia tahu bahwa kita bisa
saja gagal, tetapi Dia tetap memakai kita dan ada satu yang tidak Dia
inginkan yaitu jika kita melakukannya dengan kekuatan sendiri. Yang bisa
merubah hati dan membuat seseorang bertobat hanyalah Tuhan. Tuhan tidak
membutuhkan kemampuan kita, yang Tuhan butuhkan hanyalah kesiapan hati
dan kerendahan hati kita untuk menjadi channel/bejana dan airnya berasal
dari Tuhan. Sebagai bejana kita harus hidup suci sehingga kita bisa
menyalurkan air itu kepada setiap orang.
7. Memutar balikkan firman demi kepentingan sendiri (ayat 16-24).
Firman harus menjadi cermin dimana kita berkaca. Let the Bible says from itself.
Jangan gunakan firman untuk melindungi perbuatan kita atau membenarkan
pandangan kita sendiri, misalnya melakukan perzinahan karena Daudpun
pernah berzinah, Salomo memiliki banyak isteri.
8. Hanya berpikir soal luar tanpa membersihkan dalamnya (ayat 25-28)
Yesus menggunakan 2 contoh:
-
cawan dan pinggan (piring dan gelas), luarnya dibersihkan tetapi dalamnya dibiarkan kotor.
- kuburan, luarnya bersih dan putih, tetapi dalam penuh dengan tulang belulang.
Kebiasaan orang munafik selalu berpikir tentang luar tanpa membersihkan dalam, itu sebabnya, bicaranya selalu manis.
Yesus meminta kita untuk membersihkan bagian dalam kita sebab bagian dalam berbicara tentang:
-
motivasi.
- kesucian, artinya yang dari dalam mempengaruhi yang dari luar kalau iman kuat, hati bersih maka otomatis hidup kitapun lurus.
- iman.
9. Menghambat pekerjaan Tuhan (ayat 29-32).
Orang-orang yang hatinya tulus, selalu ingin melihat pekerjaan Tuhan
maju. Orang-orang munafik, senangnya mengkritik pekerjaan Tuhan tanpa
mau terlibat di dalamnya.
10. Akan menanggung akibatnya (aya 33-36).
Untuk sementara, orang munafik sepertinya hidup dalam "kemenangan"
karena bisa lari dari berbagai persoalan, tetapi ingat, mereka akan
menanggung akibatnya. Kemunafikan akan menghancurkan hidup dan
keluarganya.
DAMPAK KEMUNAFIKAN
1. Kehidupan pribadi kita
a. Akan dijauhi.
b. Segala sesuatunya hanya sementara.
2. Keluarga
a. Kehilangan damai.
b. Kecurigaan.
3. Pelayanan
a. Menjadi batu sandungan.
b. Ujian dari Tuhan.
4. Hubungan dengan Tuhan
a. Allah benci orang munafik.
b. Mereka tidak dapat menikmati.
Yesus mengingatkan pada ayat 12: "
Barangsiapa meninggikan diri, ia akan
direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan." (GLM -
Habis).