MENJALANI KEHIDUPAN DENGAN BENAR - BAGIAN 1

Jul 30 at 11:11am - admin
Tema 10 tahun: "DAUNNYA TETAP HIJAU (EVERGREEN)"
Sub tema     : "MENJALANI KEHIDUPAN DENGAN BENAR - BAGIAN 1"
Ayat Bacaan  : 1 Tes 5:16-19

PENDAHULUAN:
Firman Tuhan yang kali ini kita renungkan adalah untuk membawa kita pada kesadaran hidup yang benar di dalam Tuhan. Semua manusia sudah berdosa dan upahnya adalah maut. Tetapi puji Tuhan yang telah melakukan karya terbesar yaitu penebusan atas dosa manusia. Sehingga oleh karyaNya kita beroleh keselamatan dari hukuman kekal dan kesempatan memasuki tempat kekal di sorga. Seperti perempuan yang berzinah dan diampuni dosanya lalu mengucap syukur dengan meminyaki kaki Yesus dan menyeka dengan rambutnya, marilah kita bersukacita, tetap berdoa, mengucap syukur senantiasa dan tidak memadamkan roh.

POKOK BAHASAN:
Kali ini kita akan bahas dahulu sukacita yang Tuhan kehendaki. Alasan Tuhan menuntut dalam hidup kita bersukacita adalah:
1. Supaya pengorbanan Yesus tidak sia-sia.
Tuhan mau kita bersukacita atas segala sesuatu karena segala sesuatu sudah dikalahkan oleh Yesus Kristus.
Kita hanya dilatih untuk bisa menghadapi peperangan, Hak 3:1-5, Ul 8:2. Dan karena itu setiap perkara di dunia ini dapat dikalahkan oleh sukacita, sehingga ujian terhadap iman dapat kita lalui dan kita meraih kemenangan atas persoalan. Jangan pernah menyerah.
2. Supaya tidak kehilangan kekuatan (Amsal 24:10, Amsal 18:14, Amsal 17:22).
Sukacita kita menghasilkan semangat, bahkan kegembiraan kita merupakan obat yang manjur atas segala penyakit.
Tawar hati mempengaruhi iman kita. Iman kita menjadi lemah, dan tidak membuat kita menjadi kuat untuk bisa datang kepadaNya dan meminta pertolonganNya.
3. Supaya kita bisa ambil bagian dalam kemuliaan Kristus (1 Petrus 4:12,13,18).
Walaupun penderitaan itu seperti nyala api yang seolah-olah luar biasa.
Namun jika kita mengambil bagian dalam penderitaan Kristus maka kita juga akan berolah bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak ketika Yesus dimuliakan.

KESIMPULAN/APLIKASI:
Sukacita adalah merupakan bagian dari Kerajaan Allah, bukan soal makan atau minum. Jadi ketika ada persoalan yang hanya menyangkut soal makan dan minum janganlah kita mengorbankan sukacita kita. Biarkan sukacita itu membawa dan menandai bahwa kita sedang dan selalu berada dalam Kerajaan Sorga. Sukacita di atas penderitaan bukanlah suatu hidup yang tidak realistis, tetapi bentuk pengharapan kita kepadaNya.