Panggilan dan Teladan
MENGABDI KEPADA TUHAN ALLAH - Bagian 39
1. ABRAHAM
2. ISHAK Tokoh Ketaatan
3. YAKUB mendapat perlindungan Allah.
4. YUSUF Tokoh yang tidak tergoda.
5. Musa Pemimpin Berani Mengambil Keputusan
6. Harun Juru Bicara Yang Pandai
7. Miryam Nabiah Yang Cinta Musik.
8. YOSUA BIN NUN
Karakter Yosua
1. Tekun Dalam Iman.
2. Berserahlah Pada Pimpinan Tuhan.
3. Pemimpin Rangkap
Pelayanan Yosua membuktikan bahwa ia
termasuk seorang pemimpin yang besar di antara bangsa Israel, ia juga
disegani kalangan tua-tua Israel, sejak bangsa Israel keluar dari tanah
Mesir sampai ia menetap di Timnat Sarah, Yosua sangat cakap untuk
menangani masalah militer, ia mampu mengalahkan orang Amalek dan
musuh-musuh di tanah Kanaan. Sebagai pengganti Musa, ia juga mengganti
dalam pelayanan Kemah Suci untuk menyelenggarakan ibadah jadi tugas
Yosua rangkap sebagai pemimpin juga meliputi tugas-tugas rohani dan
jasmani.
4. Mempertahankan Kekudusan
Kata kudus dalam kitab Yosua
memiliki makna yang sangat penting. Kata kudus dalam Alkitab
mengungkapkan kualitas yang hakiki dari pribadi Allah. Hanya Allah yang
memiliki kekudusan yang sempurna. Makna kekudusan tersebut menegaskan
keterpisahan antara makhluk ciptaan tersebut dan khaliknya, atau manusia
dan Allahnya.
Bila dikaitkan dengan status bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan,
tidaklah heran kalau Yosua menyerukan supaya mereka menguduskan diri
karena Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang besar dan ajaib di
antara mereka (Yos 3:5). Yosua dengan tegas menekankan bahwa bangsa
Israel jangan meragukan, tetap mengakui kekudusan Tuhan. Tuhan berdaulat
atas kehidupan orang Israel dan harus diakui tanpa batas. Karena bangsa
Israel telah mengalami pertolongan Tuhan yang dahsyat dan campur tangan
Allah yang maha kudus, karena tanpa pertolongan tangan yang Maha Kudus,
mereka tidak dapat merebut kota-kota tanah Kanaan dari tangan musuh.
Umat Tuhan diwajibkan untuk hidup kudus dan taat kepada hukum Tuhan,
pasti akan menikmati hadiratNya kepada mereka yang rela menyerahkan
dirinya kepada kekudusan Tuhan.
Bersambung.
| 30.01.2011 | Pdt. Adolf Antjura, M.Th |