Penguasaan diri

Penguasaan diri

Konon kisah ada tiga orang masuk hutan, ditangkap penduduk asli yang masih kanibal (memakan manusia). Ketiga orang tersebut meratap memohon belas kasihan, supaya dibebaskan dengan memberikan berbagai alasan, anak banyak dan masih kecil - kecil dan sebagainya. Kepala suku tergerak untuk melepaskan, tetapi sudah lama mereka tidak memakan daging manusia, akhirnya mereka diajak bermain, yang menang boleh pulang dengan bebas.

Permainannya adalah mencari buah ke hutan, boleh buah apa saja, asal berjumlah 10 buah dan hanya satu jenis yang dipilih, permainan selanjutnya diterangkan kemudian, siapa yang mendapat buah lebih cepat boleh kembali ke perkampungan suku. Diingatkan untuk tidak coba-coba melarikan diri selama mencari buah di hutan karena mereka dipantau. Orang pertama membawa buah mangga, dan dia mulai dilempar dengan kesepuluh buah tersebut, dan memang itulah permainannya. Siapa yang terlempar dan bersuara maka akan disembelih, mereka harus diam selama dilempar dan jika tidak bersuara ketika dilempar, dia menang dan bebas. Lemparan pertama, kedua, ketiga menimpa dan si orang pertama belajar untuk menahan rasa sakit, baik ketika mangga mengenai badan atau tangannya. Lemparan keempat, kelima, keenam semakin tajam mengarah ke kepala dan dia tetap terus bertahan. Dan lemparan ke sembilan dan kesepuluh mengenai mata dan hidung dan dia tidak tahan, dia berteriak "Aduhhhh", maka dia kalah dan akan disembelih minggu ini.

Orang kedua membawa buah cherry, merah dan kecil, diterangkan segala peraturan permainannya, dan si orang pertama berpesan : "Ini mudah bagimu, jadi bertahanlah dan pulanglah, dan beritahu sanak keluargaku kalau aku mati konyol di suku ini, sampaikan ke pemerintah dan polisi keberadaan suku ini" demikian pesannya. Orang kedua mulai dilempar 1,2,3,4,5,6,7,8,9 dan dengan enak dilaluinya, jelas saja hanya sebuah cherry kecil. Tetapi ketika cherry ke 10 hendak dilempar, dia tertawa terbahak - bahak..., dia kalah dan disembelih juga. Sesampai di alam baka, mereka berdua bertemu dan si orang pertama bertanya : "Kenapa kamu tertawa keras sebelum cherry kesepuluh di lempar? kamu hampir saja selamat, kenapa kamu berbuat begitu?"

Orang kedua menjawab : "bagaimana saya tidak tertawa? sementara saya hendak dilempar yang kesepuluh, saya melihat kawan kita keluar dari hutan membawa durian...!! sambil diacung-acungkan dengan bangganya, kalau dia bisa membawa durian yang besar!!"

Renungan :
Karena itu jika engkau berbuat sesuatu dan tidak mengerti peraturan, bertanyalah dengan jelas, jangan malu bertanya, jangan asal mengerjakan sesuatu, tanpa mengetahui arah dan tujuan, ini hanya akan membuat masalah. Itulah kalau kita berbuat sesuatu tanpa mengerti tujuan dari apa yang kita lakukan, kita hanya mengikuti arus, tidak punya tujuan, dan tidak punya visi.

Amsal 19:2
Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik, orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.